TP PKK Desa Kecamatan Ngablak Ikuti Pelatihan Ecoprint Bersama KSPPS BMT BIMA
- calendar_month Sel, 22 Okt 2024

Tim Penggerak PKK desa se Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, praktek membuat batik ecoprint bercorak alam. Foto ist
BNews-MAGELANG- Sebanyak 40 orang anggota Tim Penggerak PKK desa se-Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, mengikuti pelatihan pembuatan batik motif ecoprint.
Pelatihan digelar KSPPS BMT BIMA melalui Unit Layanan Zakat, Infak dan Sedekah (ULAZMKU) bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat, bisa menjadi peluang usaha baru bagi ibu-ibu,” kata Pembina TP PKK Kabupaten Magelang, Medina Sepyo Achanto; di Aula Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Senin (21/10-2024).
Untuk itu, istri Pj Bupati Magelang minta, agar peserta yang mengikuti pelatihan bisa memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk dikembangkan; karena pembuatan batik ecoprint sangat ramah lingkungan, dan bahannya sangat melimpah disekitar,;dan bisa menciptakan lapangan kerja serta peluang usaha baru di desa masing-masing.
Camat Ngablak, Ika Ajeng Silih Baruni mengapresiasi kolaborasi antara BMT BIMA dan TP PKK, dalam meningkatkan keterampilan ekonomi kreatif bagi masyarakat; mengingat pembuatan batik motif ecoprint sangat mudah, dengan bahan baku melimpah.
“Pelatihan ini, mampu memberikan nilai tambah bagi ibu-ibu di desa, serta memperluas wawasan dalam mengembangkan produk ramah lingkungan,” kata Ajeng.
Sementara itu, Bendahara Pengurus BMT BIMA, Khotib Anshori, menyampaikan, pentingnya pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA (KLIK DISINI)
Dia berharap, pelatihan ini dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus mendukung upaya pelestarian alam.
“BMT BIMA melalui ULAZMKU turut aktif membangun masyarakat melalui salah satu program kerjanya, yakni Membangun Keluarga Utama (MKU),” ujarnya.
Pelatihan ecoprint selaku owner dari Corak Alam, Ita Syarifah menjelaskan, corak alam sendiri sudah beberapa kali bekerja sama dengan ULAZMKU BIMA; untuk menyelenggarakan kegiatan pelatihan, yang mana mengajarkan teknik pewarnaan kain; dengan memanfaatkan daun, bunga dan tanaman lainnya sebagai bahan alami.
“Metode ini, tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan hasil yang unik dan artistik, sehingga memiliki potensi; untuk dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif yang bernilai tinggi,” jelas Ita.
BMT BIMA melalui ULAZMKU berkomitmen untuk terus mendukung pemberdayaan masyarakat, melalui berbagai program pelatihan; dan pendampingan usaha, khususnya bagi anggota TP PKK dan komunitas lokal.
Dengan adanya pelatihan seperti ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mandiri secara ekonomi, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sekitar. (al)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar