UNIK: Upacara Hari Santri, Pegawai Pemkab Sarungan Dan Pakai Peci

BNews–MAGELANG– Ada yang berbeda terlihat di lingkungan perkantoran Pemkab Magelang. Dimana para pegawai mengenakan  pakaian agamis.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka upacara memperingati Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Magelang tahun 2021 yang dilaksanakan secara virtual. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh, Bupati Magelang Zaenal Arifin dari Rumah Dinas Bupati Magelang, Jumat (22/10/2021).

Pakaian agamis tersebut yakni diwajibkan mengenakan sarung, atasan putih, berpeci hitam bagi yang laki-laki. Sementara bagi yang perempuan menyesuaikan. Hal tersebut sesuai dengan arahan Bupati Magelang dan Surat Edaran (SE) Kementerian Agama Nomor 25 Tahun 2021.

Bupati Magelang, Zaenal Arifin dalam sambutannya mengucapkan selamat Hari Santri Nasional Tahun 2021 kepada seluruh santri di Kabupaten Magelang.

“Teriring harapan, seluruh santri di Kabupaten Magelang bisa semakin banyak mengambil peran dan berkontribusi dalam membangun Kabupaten Magelang menuju terwujudnya Kabupaten Magelang yang Sejahtera, Berdaya Saing dan Amanah (SEDAYA AMANAH),” ucap, Zaenal.

Membacakan sambutan Menteri Agama, Zaenal Arifin menjelaskan bahwa peringatan Hari Santri Tahun 2021 ini mengangkat tema ‘Santri Siaga Jiwa Raga’. Maksud dari tema Santri Siaga Jiwa Raga adalah bentuk pernyataan sikap santri lndonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela Tanah Air, mempertahankan persatuan lndonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia.

Siaga Jiwa berarti santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegang teguh pada akidah, nilai, dan ajaran lslam rahmatan lil’alamin serta tradisi luhur bangsa lndonesia.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Bila zaman dahulu jiwa santri selalu siap dan berani maju untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan lndonesi;, maka santri hari ini tidak akan pernah memberikan celah masuknya ancaman ideologi yang dapat merusak persatuan dan kesatuan lndonesia,” jelasnya.

Sementara, Siaga Raga berarti badan, tubuh, tenaga, dan buah karya santri didedikasikan untuk lndonesia. Oleh karena itu, santri tidak pernah lelah dalam berusaha dan terus berkarya untuk lndonesia.

“Jadi, Siaga Jiwa Raga merupakan komitmen seumur hidup santri yang terbentuk dari tradisi pesantren yang tidak hanya mengajarkan kepada santri-santrinya tentang ilmu dan akhlak, melainkan juga tazkiyatun nafs, yaitu mensucikan jiwa dengan cara digembleng melalui berbagai ‘tirakat’ lahir dan batin yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Menurutnya, tema Santri Siaga Jiwa Raga menjadi sangat penting dan relevan di era pandemi Corona Virus Desease (COVID-19) seperti sekarang ini, di mana kaum santri tidak boleh lengah dalam menjaga protokol kesehatan 5M+1D (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, Mengurangi Mobilitas, dan Doa).

“Hal ini juga perlu diperhatikan oleh masyarakat lndonesia pada umumnya agar tetap menyiagakan jiwa serta raganya demi kepentingan bangsa lndonesia;, terutama dalam rangka bersama-sama untuk bangkit dari dampak pandemi COVID-19,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: