Masuk Gunungkidul Tak Perlu Surat Rapid Test Antigen Lagi Selama PTKM

BNews—JOGJAKARTA— Meskipun Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) diperpanjang hingga 8 Februari oleh Pemkab Gunungkidul, namun ada kelonggaran. Salah satu kelonggaran tersebut yakni wisatawan dari luar DI Jogjakarta tak lagi diwajibkan membawa surat hasil rapid test antigen negatif.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, dimasa perpanjangan PTKM ada beberapa perubahan kebijakan. Salah satunya, terkait dengan kunjungan wisatawan di luar DIJ. Apabila di masa PTKM pertama ada persyaratan membawa hasil rapid test antigen negatif, maka di perpanjangan syarat tersebut dihapuskan.

”Tidak ada lagi syarat membawa hasil rapid test antigen negatif,” kata Hary kepada wartawan, Selasa (26/1/2021).

Menurut dia, penghapusan syarat ini tidak lepas pelaksanaan pariwisata selama PTKM pertama berjalan dengan baik. ”Kebijakan itu juga berdasarkan usulan dari Pak Wakil Bupati (Immawan Wahyudi) yang meminta agar syarat tersebut dihapuskan,” ungkapnya.

Selain itu, untuk operasional juga ada perpanjangan. Apabila mengacu pada Instruksi Bupati No.443/0187 tentang Kebijakan PTKM di Gunungkidul, operasional wisata dibatasi mulai pukul 03.00 hingga 18.00WIB. Namun dalam peraturan terbaru, yakni Instruksi Bupati No.443/0339 tentang Pepanjangan PTKM di Gunungkidul, maka operasional destianasi lebih lama karena dibuka mulai 03.00-20.00WIB.

”Untuk pengunjung tetap ada pembatasan, yakni 50 persen dari kapasitas di waktu normal,” ungkap mantan Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata ini.

Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan, untuk perpanjangan PTKM ada beberapa perubahan. Selain penghapusan syarat rapid antigen negatif bagi wisatawan dari luar daerah, juga ada perpanjangan operasional usaha.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Dia mengungkapkan, apabila dalam aturan lama operasional swalayan dan pertokoan hanya sampai pukul 19.00WIB, maka pada perpanjangan PTKM bisa buka lebih lama karena oeprasinonal diperbolehkan hingga pukul 20.00WIB. Sedangkan untuk usaha masyarkat seperti toko bahan pangan atau sembako diperbolehkan buka seperti sebelum ada PTKM.

”Untuk usaha kuliner dan pedagang kaki lima boleh makan di tempat hingga pukul 20.00WIB. Setelah itu boleh tetap buka sampai pukul 21.00WIB dengan catatan makanan dibawa pulang,” katanya.

Badingah menambahkan, dimasa perpanjangan ini akan juga dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi antara gugus tugas yang ada di kabupaten, kapanewon hingga tingkat kalurahan. Diharapkan dengan memperkuat kerja sama ini maka upaya penanggulangan penyebaran virus corona dapat dimaksimalkan lagi. (bsn/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: