’Utusan Presiden Jokowi’ Minta Transfer, Artis Ganteng Rugi Rp75 Juta

BNews—NASIONAL— Seorang artis peran bernama Fahri Azmi diduga jadi korban penipuan modus permintaan transfer senilai Rp75 juta. Tidak tanggung-tanggung, penipunya yang berinisial AH mengaku sebagai utusan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

”Saya pribadi ditipu Rp75 juta. Kenapa Saya menindaklanjuti kasus ini, karena korban sudah banyak,” jelas Fahri saat ditemui di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jumat (27/8/2021).

Fahri mengaku tertipu dengan modus minta tolong transfer sejumlah uang ke rekening seseorang sebesar Rp75 juta. Penipuan bermula ketika Fahri beserta para teman pengusahanya bertemu dengan AH di sebuah pesta pernikahan pada Juni.

Kala itu, AH mengaku sebagai salah satu orang penting di jajaran pemerintah. Bahkan, pelaku mengaku sebagai orang utusan Presiden Joko Widodo.

AH, lanjut Fahri, bahkan sempat menunjukkan surat bukti bahwa ia utusan Presiden Joko Widodo. Belakangan diketahui surat yang bertanda tangan presiden itu palsu.

Fahri yang juga berprofesi sebagai pengusaha pun termakan bualan pelaku. ”Image-nya dia itu seorang pejabat. Jadi, kalangan pengusaha sudah percaya, dia pejabat,” kata dia.

Beberapa hari setelah pertemuan tersebut, AH meminta tolong Fahri untuk mentransfer uang sebesar Rp75 juta. ”Modusnya dia itu limit transfernya habis, lalu dia minta tolong ke Saya untuk transfer uang. Saya percaya, Saya talangi dulu uangnya,” papar Fahri.

Namun beberapa hari setelah uang ditransfer, tiba-tiba AH menghilang. Fahri pun panik dan mencoba menghubungi AH lewat pesan singkat, namun tidak ada balasan.

Atas dasar itulah, Fahri melaporkan peristiwa penipuan ini ke Polda Metro Jaya dengan nomor LP/B/3472/VII/2021/SPKT/Polda Metro Jaya. Kasus itu pun kini dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Barat.

Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat AKP Nico Purba mengatakan pihaknya tengah menyelidiki kasus ini. Saat ini, kata Nico, pihaknya tengah memeriksa beberapa saksi dan mengumpulkan bukti untuk kepentingan penyidikan.

”Kemungkinan kami juga melakukan penggeledahan ke tempat terduga pelaku,” tutup Nico. (ifa/han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: