Viral Antrean Panjang Pembeli Minyak Goreng di Muntilan Magelang

BNews—MAGELANG— Video yang memperlihatkan antrean panjang pembelian minyak goreng viral di media sosial. Video itu disebut berlokasi di kawasan Pasar Muntilan, Kabupaten Magelang.

Berdasarkan video yang diterima Borobudurnews pada Rabu (23/3/2022), terlihat sejumlah orang berbaris. Disebutkan bahwa mereka sedang mengantre membeli minyak goreng curah.

Nampak warga mengantre mengular ke belakang. Terlihat mayoritas warga membawa jerigen.

”Antri minyak goreng jenis curah di kawasan Pasar Muntilan Kabupaten Magelang. Minyak Curah diburu karena harganya lebih murah,” tulisan dalam video tersebut.

Dilansir dari Kompas.com, Kemendag melakukan penyesuaian terhadap aturan main perdagangan minyak goreng, melalui penerbitan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng.

Melalui aturan itu, Kemendag mencabut ketentutan HET minyak goreng kemasan, dan mengatur kepastian harga minyak goreng curah di pasaran.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan, dengan Permendag itu, pemerintah tidak lagi mengatur harga minyak goreng kemasan dan membiarkannya bergerak sesuai mekanisme pasar.

Sementara itu, untuk minyak goreng curah HET-nya diatur sebesar Rp 14.000 per liter atau setara Rp 15.500 per kilogram.

“Pengecer yang melakukan penjualan minyak goreng curah secara eceran kepada konsumen wajib mengikuti harga eceran tertinggi untuk minyak goreng curah,” ujar Oke dalam webinar yang digelar ICMI, Jumat (18/3/2022).

Download Aplikasi BorobudurNews (Klik Disini)

Lebih lanjut Oke bilang, penjualan minyak goreng curah diperuntukan bagi masyarakat rumah tangga, usaha mikro, dan usaha kecil.

“Dan dalam peraturan tersebut juga diatur larangan bagi industri menengah dan industri besar, termasuk repacker atau pengemas minyak goreng untuk menggunakan minyak goreng curah sebagai bahan bakunya,” tutur dia.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, untuk mendukung penjualan minyak goreng curah dengan HET Rp 14.000 per liter, pemerintah akan memberlakukan subsidi.

Subsidi harga itu akan disalurkan kepada distributor kelapa sawit yang terdaftar di Badan Pengelola Dana Kelapa Sawit (BPDPKS) dengan sistem reimbursement. Adapun besaran subsidi setara dengan selisih antara harga minyak sawit yang digunakan untuk memasok minyak curah dengan harga pasar.

“Terkait dengan komoditas minyak goreng, pemerintah telah membuat kebijakan bahwa harga di tingkat konsumen dengan harga keekonomian dengan harga Rp 14.000 minyak curah,” ucap Airlangga.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!