Viral Demi Sekolah Daring, 2 Bocah di Magelang Beli HP Pakai Uang Koin Celengan

BNews—SALAMAN— Pasangan suami istri Musokhib, 40, dan Rismiyati, 36, merasa lega akhirnya anak-anaknya bisa mempunyai handphone (HP) untuk kebutuhan sekolah. Di sisi lain, mereka tak pernah mengira jerih payah membeli HP menggunakan setumpuk uang koin hasil pecah celengan viral di media sosial.

Rismiyati mengatakan, mereka membeli HP baru bukan untuk menyenangkan main gim daring anaknya. Namun lebih mendesak lagi, yakni utuk kebutuhan sekolah kedua buah hatinya.

Anak sulung bernama Ahmad Fardan Azzmi yang kini duduk di kelas 3 SD. Lalu adiknya Sofia Ghoyatun Nafisah yang baru kelas 1 SD.

Keuanya bergantian menggunakan satu HP untuk mengerjakan tugas sekolah. ”HP yang satu memorinya penuh nggak bisa buat sekolah. Terus mau beli HP. Saya bilang ’Mas Dan (Fardan), apa celengan dibuka nggih damel tumbas HP. Nggih’,” kata warga Desa Ngadiwongso, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang ini.

Rismiyati yang sehari-hari bekerja di perusahaan garmen kemudian membobok celengan kedua anaknya. Dari hasil membongkar celengan itu didapat uang sekitar Rp2 juta.

Selama dua tahun ini , Fardan dan Sofia rajin menyisihkan uang jajan. Dari uang jajan Rp2 ribu setiap hari, Rp1 ribu disimpan ke dalam celengan.

Suami Rismiyati, Musokhib menjelaskan, sejak kecil Fardan suka menabung. Hingga dirinya selalu menangis batin. ”Kalau sekolah cuma minta Rp2 ribu. Saya kasih Rp5 ribu nggak mau,” jelasnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Keduanya tak mengetahui jika proses pembelian HP menggunakan uang receh itu di rekam. Mereka kaget jika video pembelian HP itu kemudian viral di media sosial. Bahkan, rumah mereka didatangi petugas Polsek Salaman.

”Nggak menyangka (viral). Nggak tahu divideo. Tahunya cuman difoto. Kemarin Pak Kapolsek ke sini, Saya kaget pas suami nggak di rumah,” kata Rismiyati.

Diketahui, mereka membeli HP di konter daerah Salaman, pada Minggu (8/8). Musokhib dan Rismiyati Uang datang dengan membawa uang receh pecahan Rp500 dan Rp1 ribu sebanyak Rp1 juta. Sebagian lagi berupa uang kertas pecahan Rp10 ribu dan Rp20 ribu.

”Mereka datang untuk membeli HP Oppo. Terus tanya, dibayar pakai receh bisa nggak. (Selain receh) ada juga uang pecahan Rp20 ribu. Harga HP Rp1,7 juta,” kata kepala toko konter HP di Salaman, Enjang Setiyono.

Kepada pelayan toko, kedua orang tua itu menjelaskan jika HP itu untuk kebutuhan sekolah anaknya. ”Untuk sekolah anaknya. Masih SD,” terang dia. (ifa/han)

Sumber: Suara Jateng

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: