Wamenkeu Lakukan Monev Joint Program Optimalisasi Penerimaan di Kanwil DJP Jateng II

BNews—JATENG— Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menghadiri Monitoring dan Evaluasi Joint Program Optimalisasi Penerimaan. Dilaksanakan di Aula Kantor Wilayah DJP Jawa Tengah II, Surakarta pada Jumat, (12/11).

Selain Wamenkeu, acara tersebut juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Kekayaan Negara Rionald Silaban. Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Organisasi, Birokrasi dan Teknologi Informasi Sudarto serta para Kepala Kantor Wilayah DJBC dan DJP di Jawa Tengah & DIY.

Joint Program Optimalisasi Penerimaan merupakan sinergi antara Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Dalam upaya mengakselerasi gerak pembangunan dan meningkatkan kemandirian nasional.

Sinergi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, meningkatkan daya saing, peringkat EODB Indonesia, dan kredibilitas serta efektifitas APBN. Tujuan besar program ini adalah membangun sistem yang dapat menopang ekosistem perekonomian.

Kemudian patuh terhadap ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Termasuk dengan perpajakan, kepabeanan, cukai, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Pengembangan sistem didasari oleh prinsip manajemen risiko. Dimana pelaku usaha yang patuh akan mendapatkan berbagai kemudahan dalam kaitannnya dengan perpajakan dan kepabeanan.

Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala Kantor Wilayah DJP Jawa Tengah II Slamet Sutantyo. Dilanjutkan dengan sambutan serta arahan dari Wamenkeu Suahasil Nazara.

Dirinya menyampaikan program sinergi yang dilakukan antara DJP dan DJBC. “Program sinergi ini ada delapan program yaitu program Joint Analisis, Joint Audit, Joint Collection. Joint Investigasi, Joint Proses Bisnis, Single Profile, Secondment, dan program sinergi lainnya.” ungkap Suahasil.

Download Aplikasi BorobudurNews (Klik Disini)

Setelah sambutan dan arahan Wamenkeu, Direktur Transformasi Proses Bisnis DJP Imam Arifin berkesempatan memberikan pemaparan bersama Kelompok Kerja Joint Probis & TI mengenai implementasi Prepopulated PEB & CK1. Monitoring Implementasi Prepopulated PIB ,dan rencana Implementasi Integrasi & Single Document di Kawasan Berikat.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan Tindak Lanjut Daftar Sasaran Besar (DSB) Program Sinergi Wilayah oleh Kepala Kanwil DJP Jawa Tengah II. Salah satu poin penting yang disampaikan olehnya adalah bahwa program ini dilakukan dalam rangka mengamankan penerimaan negara.

 “Program ini dilakukan dalam rangka mengamankan penerimaan negara.” ungkapnya.

Secondment di KPPBC Tipe Madya Pabean B Surakarta mengangkat tema Cukai serta Fasilitas Berikat. Dengan pertimbangan jumlah aktivitas proses bisnis pengusaha yang terbanyak dan paling sering dilakukan di wilayah kerja.

Sinergi ini dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia, yang dibagi ke dalam 15 grup dan melibatkan ribuan pegawai Kementerian Keuangan yang berada di kantor pusat maupun kantor vertikal. Program sinergi ini telah memasuki tahun kelima dan menghasilkan berbagai capaian positif.

Antara lain perbaikan proses bisnis, peningkatan kepatuhan, layanan, dan penerimaan. Kanwil DJP Jawa Tengah II sendiri memperoleh juara pertama program Secondee Secondment Joint Program antara DJP dan DJBC pada tahun 2021 ini. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: