Wanita Cantik Asal Mertoyudan Ditahan di Mapolres Sleman, Ini Kasusnya

BNews—JOGJAKARTA— Seorang wanita cantik berinisial VY, 22, asal Jogonegoro, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, harus meringkuk di sel Polres Sleman. Ia ditangkap karena terlibat kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu.

Kepala Satuan Narkoba Polres Sleman, Ajun Komisaris Polisi Ronny Prasadana mengatakan, petugas menangkap tersangka ketika sedang asyik nyabu di rumahnya. Tepatnya pada Senin, 25 Januari 2021, sekitar pukul 19.30WIB.

”Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka ini menggunakan sabu sudah sejak lama,” kata AKP Ronny saat jumpa pers di Mapolres Sleman, Rabu, (10/2).

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan satu pipet kaca berisi sisa sabu, serta bong atau alat hisap sabu yang terbuat dari botol mineral. Tersangka dan barang bukti kemudian digelandang ke Mapolres Sleman untuk diinterogasi lebih lanjut.

”Kami masih melakukan pembuktian kenapa dia mengonsumsi narkoba,” ucapnya.

Hasil Penyelidikan terhadap tersangka yang bekerja online shop ini, barang haram tersebut diperoleh dari seorang pria berinisial B, 31.

Jelas Ronny, satu jam setelah menangkap VY, petugas kembali melakukan pengembangan dan menangkap pelaku B di pusat kulineran Kartikasari, Magelang Tengah, Kota Magelang pukul 20.30WIB.

”Dari tangan B, petugas memperoleh lima butir pil Alprazolam,” jelasnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Informasi yang diperoleh, tersangka perempuan VY dan B memang saling kenal. Mereka pun mengaku tidak mempunyai hubungan spesial, hubungan keduanya hanya sebatas pertemanan.

Tersangka B sendiri dikabarkan akan segera menikah dengan kekasihnya pada Februari 2021 ini. Meski berada dibalik jeruji besi, rencana pernikahan B tetap diselenggarakan.

Terang dia, selama Januari 2021, Satnarkoba Polres Sleman berhasil menangkap sepuluh tersangka dari sembilan kasus penyalahgunaan narkoba, baik pengguna maupun penjual.

Penangkapan 10 tersangka berpangkal dari pengedar narkoba di wilayah Sleman yang sudah diamankan sebelumnya. ”Kami masih terus kembangkan sampai menangkap bandarnya,” ujar Ronny.

Wakil Kapolres Sleman Kompol Akbar Bantilan menambahkan, para panggung maupun penjual biasanya terpengaruh oleh lingkungan sekitar. ”Awalnya coba-coba kemudian ketagihan,” kata kompol Akbar.

Untuk tersangka dalam kasus kepemilikan sabu-sabu akan dijerat Pasal 112 dan 127 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling sedikit lima tahun penjara serta denda Rp8 miliar.

Sedangkan untuk kasus pil koplo akan diterapkan UU No 5/1997 tentang Psikotropika dengan anacaman pidana lima tahun penjara dan denda Rp100 juta. Dan UU 36/2020 tentang kesehatan dengan ancaman denda Rp100 juta. (han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: