Boyolali Diguyur Hujan Abu, Luncuran Awan Panas Hingga 2,5 Kilometer

BNews—BOYOLALI— Gunung Merapi mengalami erupsi berupa guguran awan panas pada Selasa malam, (19/10). Peristiwa tersebut menyebabkan terjadinya hujan abu di kawasan lereng Merapi.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida menjelaskan, guguran panas terjadi dua kali; yakni pukul 19.41 dan 19.48WIB. Rekaman seismogram BPPTKG menunjukkan guguran awan panas  beramplitudo maksimal 50 milimeter dan durasi maksimal 236 detik.

”Jarak luncur awan panas 2.400 meter hingga 2.500 meter mengarah ke barat daya,” ujar Hanik, Rabu, (20/10).

Hanik mengungkapkan, dilaporkan terjadi hujan abu di beberapa lokasi Gunung Merapi akibat guguran awan panas itu. Lokasi hujan abu itu ada di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.

”Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik,” imbaunya.

Dalam pengamatan BPPTKG periode Selasa, (19/10) pukul 18.00-24.00WIB, menunjukkan, gempa awan panas guguran terjadi dua kalo beramplitudo 44-50mm, serta berdurasi 218.4-236.9 detik. Selain itu, gempa guguran terjadi 81 kali, gempa hembusan sebelas kali, gempa fase banyak 30 kali dan gempa vulkanik dangkal sekali.

Sementara itu pada periode Rabu, (20/10) pukul 00.00-06.00WIB, terjadi gempa guguran 67 kali, gempa hembusan sekali, gempa fase banyak delapan kali dan gempa tektonik jauh sekali. Sampai saat ini, Gunung Merapi berstatus siaga.

”Potensi bahaya luncuran material guguran sejauh tiga hingga lima kilometer. Masyarakat diimbau tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya,” tegasnya. (ifa/han) Sumber: Medcom

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: