Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Warga Borobudur Gelar Sedekah Jala Sakmadya di Tengah Sungai Progo

Warga Borobudur Gelar Sedekah Jala Sakmadya di Tengah Sungai Progo

  • calendar_month Sen, 11 Des 2023

BNews-MAGELANG– Prosesi adat Sedekah Jala Sakmadya diselenggarakan oleh masyarakat adat Dusun Gleyoran Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang pada Sabtu (09/12/2023) sore.

Festival yang mengemas ritual ini merupakan salah satu bentuk konservasi ekologi Sungai Progo yang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat.

Siti Nur Hidayah, seorang penggerak budaya Desa Sambeng, mengatakan bahwa kelestarian ekologi Sungai Progo; bagi penduduk Dusun Gleyoran merupakan berkah kehidupan.

Menurutnya, Sebagian besar dari mereka adalah nelayan tradisional dan petani ladang yang meneruskan; tradisi menyebar jala dan memasang wuwu (jebakan berbahan bambu).

“Oleh karena itu, kami memilih tema Jala Sakmadya agar masyarakat tidak mencari ikan secara berlebihan, rakus; melainkan mencari ikan secukupnya,” ungkap Siti Nur Hidayah atau Dayah saat acara ritual berlangsung.

Ritual Jala Sakmadya dilakukan melalui serangkaian doa, tarian, dan persembahan hasil bumi masyarakat; sebagai bentuk hubungan antara manusia dengan Sungai Progo.

“Tembang Sholawatan Jawa, tabuhan rebana, dan bedhug dari kelompok Sabdo Jati mengiringi prosesi ini. Semua warga juga ikut serta berjalan kaki sekitar 1 km dari tengah dusun menuju lokasi Kedung Balong yang merupakan bantaran Sungai Progo,” imbuhnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Lebih lanjut, Dayah menjelaskan bahwa dalam acara ini juga diselenggarakan pameran foto kegiatan masyarakat; selama satu tahun terakhir, ritual jamasan jaran kepang, serta penekanan isu ketahanan pangan dengan menampilkan gunungan durian dan sayur mayur.

“Ritual ini merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat Dusun Gleyoran atas kemakmuran yang diberikan; oleh aliran Sungai Progo, seperti hasil bumi dan tangkapan ikan yang melimpah,” papar Dayah.

Dayah menjelaskan bahwa Sungai Progo juga memiliki hubungan dengan Candi Borobudur, sehingga menjaga; ekologi sungai juga berarti menjaga Borobudur dari keserakahan manusia.

“Diharapkan bahwa melalui berkat Borobudur tersebut, masyarakat mampu mendapatkan manfaat baik materi maupun moril,” harapnya.

Selain menjadi bentuk sedekah kepada Sungai Balong (hilir Sungai Progo), ritual ini juga menjadi sarana; promosi wisata Desa Sambeng yang hanya berjarak 3 km dari Candi Borobudur. Dusun Gleyoran Desa Sambeng; menawarkan wisata alam berbasis aktifitas rakit dan kuliner ikan segar yang merupakan tangkapan dari Sungai Progo.

Dalam rangkaian tradisi ini juga diadakan pasar jajanan tradisional, potong tumpeng, pentas kesenian, dan puncaknya adalah grebeg gunungan yang melibatkan warga setempat.

“Melalui pengembangan desa wisata berdasarkan potensi lokal yang telah ada, diharapkan ekonomi masyarakat dapat meningkat,” tutur Dayah. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less