Warga Magelang Ditangkap Polisi Karena Simpan 5 Ribuan Psikotropika

BNews—JOGJAKARTA— Seorang warga Magelang berinisial MAS, 24, terlibat dalam sindikat jaringan peredaran narkoba di Jogjakarta. Ia ditangkap Sat Reserse narkoba Polres Kulonprogo bersama lima orang lainnya.

Selain MAS, polisi menangkap RTA, 21, warga Tegalrejo Jogjakarta dengan barang bukti (BB) sekitar 4 ribu butir pil psikotropika. Kemudian MS, 24; AWA, 26; dan HP, 26 warga Kulonprogo yang memiliki sisa sabu-sabu.

Semenatara dari tangan MAS dan RW warga Kulonprogo berusia 16 tahun, polisi mengamankan BB sekitar 1.800 butir. Petugas juga menyita ratusan pil dari sejumlah saksi.

”Semuanya ada enam tersangka yang diamankan. Satu masih anak-anak tidak ditahan,” kata Kasatresnarkoba Polres Kulonprogo AKP Purnomo.

Purnomo menjelaskan, pengungkapan kasus ini tidak lepas dari kejelian penyidik dalam melakukan pengembangan di lapangan. Salah satunya mendengar adanya peredaran psikotropika di wilayah Nanggulan.

Berbekal laporan inilah petugas melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya mengarah kepada keterlibatan RTA warga Tegalrejo, Jogjakarta.

”Tersangka RTA diamankan di rumahnya dengan barang bukti empat toples psikotropika jenis Yarindo dan menyita uang hasil penjualan,” jelasnya.

Loading...

”Obat-obatan ini masih dalam kondisi tersegel. Belum sempat diedarkan,” imbuhnya.

Baca juga: Dibalik Viralnya Kapolsek Magelang Selatan Dorong Motor Mogok Hingga Bayari Ongkos Bengkel

Hingga saat ini, penyidik saat ini masih memburu dua orang pemasok obat-obatan yang telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Keduanya memasok obat-obatan kepada RSA dan MA dengan jumlah yang cukup besar.

Kepada wartawan, RTA mengaku belum lama mengedarkan obat-obatan tersebut. Ia mendapatkan barang haram tersebut dari temannya yang saat ini menjadi DPO.

”Awalnya saya hanya dititipi untuk menjualkan dan mendapatkan keuntungan,” akunya.

Ia mengungkapkan, terpaksa menjual butir psikotropika karena desakan ekonomi. Bekerja sebagai butuh tukang cat tidak cukup untuk membiayai kebutuhan sehari-hari.

”Saya butuh untuk penghasilan tambahan. Barang tersebut biasa dijual untuk kalangan terbatas, khususnya pada teman-teman yang dikenalnya. Untuk transaksi via chating san barang pesanan saya antarkan,” pungkasnya.

Polisi menjerat para tersangka dengan pasal 196 jo 197 UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan jo 55 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: