Warga Magelang Jadi Maling Spesialis Pecah Kaca Mobil di Jogja Diciduk di rumahnya

BNews—JOGJAKARTA— Seorang warga Mertoyudan Kabupaten Magelang berinisial DA, ditangkap polisi karena terlibat kriminal di wilayah hukum Sleman Jogjakarta. Pria berusia 30 tahun ini diduga merupakan pelaku pencuri spesialis pecah kaca mobil yang sangat meresahkan.

Selain berhasil menangkap pelaku, polisi juga berhasl mengamankan satu handphone hasil curian dan sepeda motor matik yang dipakai untuk sarana tindak pencurian. DA kini menekam di balik dinginnya hotel prodeo Polsek Sleman.

Kanit Reskrim Iptu Eko Haryanto mengatakan, kasus ini berawal saat korban Riky, 34, warga Mlati pada Minggu (4/4) pagi. Dimana korban mengunakan mobil Honda Brio AB 1720 XN pergi ke lapangan Denggung untuk berolahraga.

Sekitar pukul 07.0 WIB korban tiba di lokasi kemudian memarkir mobilnya di ruas jalan kompleks Lapangan Denggung. Sebelum meninggalkan mobil, korban terlebih dahulu mengunci dan menutup kacanya.

Setelah dirasa aman, ia selanjutnya berolahraga. Korban meninggalkan mobilnya sekitar satu jam.

Selesai berolahraga, korban kemudian kembali ke tempat parkir mobil yang jaraknya hanya sekitar 500 meter dari tempatnya berolahraga. Sampai di mobil ia kaget.

Bagaimana tidak, kaca mobil bagian kiri depan sudah pecah. Saat dicek, ternyata satu unit HP dan uang Rp1,5 juta raib digondol maling.

”Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Mapolsek Sleman,” katanya, Rabu (11/8).

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Petugas menindaklanjuti laporan itu dengan melakukan penyelidikan. Hasilnya berhasil mengindentifiksi pelaku dan mengetahui keberadaannya. Pelaku pun ditangkap di rumahnnya di Mertoyudan, Magelang pada hari Minggu lalu.

”Penyelidikan tergolong lama, sekitar empat bulan. Sebab tersangka ini selalu berpindah-pindah tempat,” ujarnya.

Petugas masih mengembangkan kasus ini. Sebab DA mengaku dalam melakukan aksinya tidak sendiri. Ia beraksi bersama tiga orang lainnya yang sekarang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Dalam melakukan pencurian, ketiganya berbagi peran. DA yang mencari sasaran, sementara tiga temannya yang menjadi eksekutor. Di lokasi yang sama mereka juga mengambil uang yang ditinggal di jok motor.

”Komplotan ini juga pernah beraksi di tiga TKP lainnya di wilayah Sleman,” bebernya.

Dalam kasus tersebut DA dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (curat) dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (ifa/han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: