Festival Kesenian Paseduluran Borobudur Gelombang 2 Digelar, Dirjen Kebudayaan Hadir

BNews–MUNGKID– Festival Kesenian Paseduluran Ruwat Rawat Borobudur ke-19 untuk gelombang dua mulai digelar di panggung kesenian TIC Borobudur (8/3/2021). Acara ini berlangsung selama dua hari hingga tanggal 9 Maret 2021.

Sebanyak 35 peserta kelompok kesenian dari berbagai daerah pentas untuk dinilai secara bergatian dengan menerapkan protokol kesehatan dan tanpa penonton. Dalam moment tersebut juga pengumuman juara untuk perlombaan gelombang pertama yang digelar 14-15 Februari 2021 lalu.

Perintins kegiatan tersebut Sucoro mengatakan sebenarnya antusias peserta yang mendaftar sangat banyak sekali. Tercatat pada gelombang pertama ada 76 kelompok hanya bisa ditampilkan 19 saja, lalu gelombang dua ada 174 kelompok yang pentas hanya 35 kesenian.

“Karena keterbatasan panitia maka pendaftar ini kita seleksi untuk ikut pelombaan dalam ajang ini. Dan mereka tidak hanya berasal dari Magelang saja, namun ada dari Bantul, Sleman, Jogja, Kaliabawang, Kulonprogo; Temanggung, Kendal Wonosobo, Semarang, Pekalangan,” katanya (8/3/2021).

Menurutnya, meskipun pandemi ajang tahunan rutin ini dinilai semakin tahun semakin meningkat antusias pesertanya. Tentunya hal tersebut menjadi tantangan panitia dan dewan juri pada event kedepannya.

“Meskipun pandemi tentunya pelaksaan ini kurang optimal dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sehingga banyak kelompok kesenian kurang siap untuk mengikuti seleksi,” ujarnya.

Untuk gelombang pertama kemarin, terdapat 6 juara dengan rincian juara 1,2, 3 dan harapan 1, 2, 3. Hasilnya yakni Juara I : Soreng Reksa Badra, Ketep Sawangan Magelang; Juara II : Kuda Kepang Gagak Rimang, Tarukan Candisari Bansari Temanggung; Juara III : Kuda Kepang Kudo Rekso Budoyo, Gatak RT.02 Timbulharjo Sewon Bantul.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Kemudian Juara Harapan I : Soreng Putra Wahyu Manunggal, Kejalan Tolokan Getasan Semarang, Juara Harapan II : Warok Suro Manunggal, Kejalan Tolokan Getasan Semarang; dan Juara Harapan III : Topeng Ireng Kawedar Junior, Tuksongo 1 Borobudur Magelang.

Sucoro berharap dengan kegiatan ini acara yang bermanfaat bagi semua kalangan ini dapat berlanjut di tahun-tahun berikutnya. “Yang terpenting selalu menguri-nguri kebudayaan jawa jangan sampai punah termakan zaman,” harapnya.

Sementara penyerahan hadiah berupa tropy, piagam dan uang pembinaan sendiri diberikan secara langsung oleh Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid. Sekaligus hadiah uang pembinaan diberikan oleh dirinya.

Himar Farid saat diwawancarai Borobudurnews. Mengungkapkan bahwa ajang seperti ini sangat perlu terus dilakukan.

Selain untuk melestarikan kebudayaan juga bisa menggandeng menjadi wisata budaya.

“Kegiatan ini sangat penting. Dan ini termasuk pemasaran seni  budaya bagi masyarakat luas yang mungkin sudah lama banyak yang tidak kenal tentang seni tradisi. Sehingga ini ada kesempatan bagus untuk masyarakat menjadi tahu kembali,” katanya.

Hilmar juga berharap kepada pemerintah daerah untuk terus bekerja sama termasuk dengan pemerintah pusat terkait pengembangan seni dan budaya di wilayahnya.

“Jadi kedepan disinikan rumahnya Borobudur, jadi kegiatan-kegiatan ini terus difasilitasi. Harapannya kerjasama antar pemerintah pusat dan daerah terus terjalin,” harapnya.

“Tentunya kita mengikuti kondisi daerah, karena pemerintah daerah yang lebih paham kondisinya. Dan terpenting ini, bantuan yang tidak diperlukan jangan sampai terjadi, sehingga pemerintah  daerah, para pelaku yang lebih paham kebutuhan mereka. Jadi bisa kedepan lebih difasilitasi,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: