Warga Muntilan Gelar Prosesi Ritual, Bangkitkan Kembali Masjid Jaman Mataram

BNews—MUNTILAN—Warga Dusun Kolokendang, Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan Magelang menggelar prosesi doa bersama. Sebagai langkah untuk mengawali pembangunan masjid di dusun tersebut, pada Minggu (11/10/2020).

Pantauan Borobudurnews di lokasi, prosesi tersebut diawali dengan doa yang dipimpin seorang tokoh masyarakat. Doa berada di lokasi penggalian kayu yang diduga merupakan kerangka bangunan dari masjid peninggalan Kyai Raden Santri. Usai doa bersama, para warga menuju ke Sendang Manis yang konon juga merupakan petilasan Kyai Raden Santri.

Rombongan tersebut juga membawa sebilah kayu yang berhasil digali, sebagai simbolis untuk menuju sendang. Selama perjalanan dari lokasi penggalian ke Sendang Manis, para warga melantunkan Sholawat Nabi yang diiringi musik rebana. Tiba di sendang, kayu yang dibawa tersebut lantas di mandikan dengan air dari sendang.

”Ini simbolis, sebagai bentuk menyucikan/membersihan kayu, sebelum nantinya kami serahkan kepada panitia pembangunan masjid. Agar kayu ini nantinya dapat digunakan sebagai bahan pembangunan masjid,” kata seorang tokoh masyarakat Dusun Kolokendang, Zaenal Mustofa, Minggu (11/10/2020).

Usai dimandikan, rombongan warga ini lantas bersama-sama menuju lokasi pembangunan masjid yang tak jauh dari lokasi penggalian kayu. ”Jarak dari lokasi penggalian ke lokasi pembangunan masjid sekitar 500 meter,” ujar Mustofa.

Diketahui bahwa pada Jumat (9/10/2020) lalu, para warga menggali tanah untuk menemukan kayu. Yang mana kayu tersebut diduga merupakan kerangka bangunan dari masjid peninggalan Kyai Raden Santri yang telah lama tertimbun tanah.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)
Loading...

Beberapa kayu yang berhasil ditemukan oleh warga, direncanakan bakal digunakan untuk bahan membangun masjid di dusun tersebut. ”Kayu-kayu yang berhasil ditemukan ini, akan digunakan untuk membangun masjid di dusun Kolokendang ini,” ujar Mustofa.

Dia mejelaskan bahwa penggalian kayu tersebut bermula ketika ia mendapatkan mimpi yang berkali-kali. ”Sejak 15 tahun lalu, saya mendapat isyarat (mimpi) beberapa kali untuk mengangkat masjid dibawah tanah ini dan dibangun kembali,” jelasnya.

Kata Mustofa, sebenarnya dari warga sendiri secara turun temurun telah mempercayai adanya bangunan masjid yang tertimbun tersebut. Namun warga masih merasa takut untuk menggali rangka bangunan tersebut.

”Belum lama ini, Gus David asal Purworejo memberikan petunjuk ‘Mas Tofa kalau mau membangun masjid, InsyaAllah masjid di selatan Kolokendang sudah bisa dibangun’. Itu yang dikatakan kepada saya dan saya sampaikan ke warga. Alhamdulillah warga sepakat untuk menggali,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ngawen, Daru Hapsari mengatakan bahwa temuan tersebut membuktikan bahwa masjid dibawah tanah tersebut bukan sekedar mitos belaka. Melainkan benar-benar ada. ”Saya asli warga sini, ini cerita dari nenek moyang dan hari ini terbukti. Ini nanti bisa jadi cagar budaya. Kami juga berencana akan melaporkan ke BPCB,” kata dia.

Terkait pembangunan masjid di Dusun Kolokendang, Daru mengatakan bahwa nantinya masjid tersebut akan menjadi perwujudan/replika dari bangunan masjid yang tertimbun tersebut. ”Untuk pembangunan sendiri, sampai saat ini masih swadaya masyarakat,” jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya juga tak menutup kemungkinan untuk membuka donasi bagi para pihak-pihak yang berkeinginan membantu pembangunan masjid di Dusun Kolokendang tersebut. (mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: