IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

Warga Nyaris Bentrok dengan Penambang Pasir



BNews—MAGELANG— Penambangan pasir di lereng Gunung Merapi tepatnya di Desa Wates Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang berakhir konflik. Warga setempat merasa terganggu dengan aktivitas para penambang lanaran merusak infrastruktur desa.
            Penambang pasir yang mayoritas bukan warga setempat juga merasa tidak terima. Karena mereka mencari risky di sungai dan dilakukan secara manual.
            Warga yang marah kemudian menutup jalur penambangan. Kondisi ini membuat kedua kelompok emosi dan nyarit terjadi bentrok.
            Mereka kemudian melakukan mediasi di Balai Deas Wates. Kesepakatan yang diambil adalah tetap menutup penambangan itu.

Kepala Dusun Balong, Desa Wates Taryono mengatakan, penambangan pasir sudah berlangsung sekitar satu bulan silam di wilayah Dusun Balong dan Dusun Juwono, Desa Wates. Penambangan dilakukan oleh warga dari luar Desa tersebut. Mereka khawatir, penambangan ini akan berdampak buruk terhadap kehidupan sosial di masyarakat.
“Lokasi penambangan ada di area bangunan dam konsolidasi penahan sedimen material Merapi. Hal ini membahayakan konstruksi dam dan jalan aspal Muntilan – Kalibening yang berada diatasnya,” kata Kadus kemarin.
Untuk itu, kata dia tidak ada jalan lain kecuali menutup penambangan tersebut. (ie)
Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: