Warga Sleman Digegerkan Teror Kemunculan Puluhan Ular Kobra

BNews–JOGJA– Warga di Kampung Blendungan, Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta sering mendapat teror yang tak biasa. Pasalnya puluhan ekor ular berkepala mirip sendok ini menampakkan wujudnya.

Salah satunya dialami oleh pria yang akrab disapa Fikar, 40, warga setempat. Dia mengatakan terhitung sampai saat ini, dirinya sudah mengeksekusi hingga puluhan ekor ular. Terlebih lagi saat musim penghujan seperti sekarang, kobra kerap muncul di tengah pemukiman warga.

“Yang terhitung ada 16 ekor ular kobra. Yang tidak terhitung lebih banyak lagi,” katanya dikutip Tagar (17/1/2021)

Kemunculan hewan yang berbisa mematikan tersebut sulit ditebak. Kadang ular kobra muncul keluar pada malam hari, sore hari, bahkan di waktu siang pun kerap menampakan diri. Hal tersebut sudah dirasakan Fikar beberapa bulan terakhir.

“Tepatnya kapan saya lupa. Namun akhir-akhir ini khususnya musim hujan anak-anak ular kobra sering keluar,” ucap dia.

“Satu hewan burung peliharaan saya pernah dimakan ular kobra, kemudian saya eksekusi juga ularnya,” ujarnya.

Atas ancaman ular kobra tersebut, pria yang bekerja di instansi pemerintahan Kabupaten Bantul,Yogyakarta bagian Dinas Perdagangan terpaksa mengeksekusi kobra dengan senjata andalannya. Satu pedang berukuran lumayan panjang dan juga bambu yang dipasang paku ujungnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Kalau ularnya datang lagi, langsung saya eksekusi. Ini kobra bukan ular biasa soalnya,” ujarnya.

Namun seiring berjalannya waktu, anak-anak ular kobra seakan tidak ada habisnya muncul di sekitar rumahnya. Yang mengerikannya lagi, kobra pernah masuk ke dalam rumah yang dihuni empat orang terdiri dari dua anak dan satu istrinya beserta Fikar sendiri.

Atas kondisi seperti itu, kata Fikar, kobra seolah-olah sedang meneror dia dan keluarga kecilnya. Di sisi lain, Fikar juga mempunyai anak kelas 5 SD yang masih tergolong kecil.

Menurut ceritanya, warga kampung setempat yang beda kelurahan pernah tergigit ular kobra sampai meninggal dunia. “Kok saya seperti mendapat ancaman dari ular. Saya kepikiran apa karena matiin ular, teman-temannya malah pada datang,” ungkapnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Fikar mengaku, tidak hanya keluarganya yang diteror ular kobra. Tetangga rumahnya juga merasakan hal yang sama. Padahal, kampung yang baru ia tempati kurang lebih tiga tahun ini terbilang bersih alias bukan kampung kumuh.

“Memang di belakang rumah saya ada sungai jaraknya 200 meteran. Dimungkinkan rumah ular di sana, tapi saya kurang yakin di sebelah mana,” kata Fikar.  

Fikar menduga, kemunculan ular kobra bisa disebabkan karena dirinya dan warga kampung sekitar banyak yang memelihara burung. “Satu hewan burung peliharaan saya pernah dimakan ular kobra, kemudian saya eksekusi juga ularnya,” ucapnya.

Ular-ular yang dieksekusi rata-rata berukuran sebesar jempol kaki dengan panjang 35-40 centimeter. Antisipasi yang dilakukan untuk meminimalisir teror ular kobra dengan menaburkan garam di sekitar rumahnya. Meski begitu, kobra tetap muncul dan mengganggu keluarganya.

Fikar mengaku telah membuat postingan di media sosial Facebook soal teror ular kobra. Ia berharap ada pawang ular atau masyarakat yang bisa membantu menemukan sarang ular berbisa itu. “Semoga ada orang yang mau membantu saya menemukan sarang kobra,” harapnya. [*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: