Waspada! Ini 5 Dampak Overthinking Bagi Kesehatan

BNews—KESEHATAN Overthinking adalah istilah yang menggambarkan kebiasaan berpikir berlebihan. Kondisinya berbeda dengan pemikir karena overthinking cenderung dilakukan dengan memikirkan masalah sepele secara berlebihan.

Overthinking bisa berdampak buruk akibat meningkatnya kadar hormon kortisol (hormon stres) dalam tubuh. Akibatnya, kamu berisiko mengalami masalah, salah satunya susah tidur di malam hari.

Padahal, setiap orang memerlukan waktu tidur yang cukup untuk meminimalisir kadar stres dalam tubuhnya. Namun, ketika hormon kortisol berada di atas normal, kamu justru merasa cemas, lelah dan sulit tidur di malam hari.

Fokus memikirkan masalah membuat otak jadi terus bekerja. Dampaknya, rasa lelah dan kantuk berlebihan akan muncul keesokan hari saat beraktivitas. Tak hanya susah tidur saja, beberapa kondisi di bawah ini bisa muncul akibat overthinking:

1. Gangguan Pencernaan

Tingginya kadar hormon stres dalam tubuh berdampak pada kesehatan sistem pencernaan. Overthinking berdampak pada stres, sehingga risiko berbagai gangguan pencernaan meningkat.

Beberapa penyakit yang perlu diwaspadai, antara lain peradangan pada usus, sindrom iritasi usus (kelainan pada usus besar), meningkatnya asam lambung dan penurunan kemampuan pencernaan dalam mengolah makanan.

Bukan itu saja, stres akibat overthinking juga berdampak pada lemahnya lapisan pelindung usus dan meningkatnya gas dalam organ pencernaan. Akibatnya, proses penyerapan makanan jadi terganggu.

2. Gangguan Fungsi Otak

Overthinking menyebabkan gangguan pada fungsi otak akibat hormon kortisol merusak sel-sel otak di hipokampus. Ini adalah bagian dari otak besar yang berguna untuk menyimpan memori atau ingatan.

Jika overthinking dibiarkan begitu saja, ini bisa memicu stres kronis yang berdampak pada gangguan mental. Jika sudah begitu, kamu rentan terkena gangguan kecemasan dan perubahan suasana hati yang signifikan.

3. Gangguan Jantung

Selain hormon kortisol, overthinking juga berdampak pada meningkatnya kadar hormon adrenalin dalam tubuh. Kondisi ini memicu peningkatan detak jantung dan ritme napas (ngos-ngosan).

Gangguan jantung akibat overthinking ini juga terjadi akibat perilaku yang meningkatkan risiko. Beberapa di antaranya merokok, mengonsumsi alkohol, makan berlebihan dan malas bergerak.

4. Gangguan Kesehatan Kulit

Gangguan ini disebabkan oleh zat kimia seperti neuropeptida dan neurotransmitter yang dilepaskan tubuh saat overthinking. Akibatnya, tubuh lebih rentan mengalami peradangan dan sensitivitas.

Salah satu dampaknya pada kulit adalah ruam. Selain itu, zat kimia tersebut juga memperparah masalah kulit yang sudah ada. Beberapa di antaranya dermatitis atopik (eksim akibat peradangan kulit) dan psoriasis (kulit bersisik serta menebal).

5. Menurunnya Kekebalan Tubuh

Tingginya kadar hormon kortisol berdampak pada penurunan sistem imun tubuh. Ini disebabkan oleh menurunnya produksi antibodi, sehingga tubuh jadi gampang terkena penyakit.

Selain itu, overthinking juga bisa menurunkan kadar sel darah putih yang berguna dalam membantu tubuh dalam melawan infeksi.

Overthinking sama sekali tidak bermanfaat. Ini justru menyita waktu dan pikiran yang seharusnya bisa digunakan untuk melakukan kegiatan positif. Jika kamu mengalaminya, atasi dengan cara:

  • Cobalah untuk menuliskan apa yang kamu pikirkan dalam selembar kertas. Ini dapat membantu meringankan beban pikiranmu.
  • Cobalah istirahatkan pikiran dengan aktivitas yang menyenangkan, seperti mendengarkan lagu atau menonton drama kesukaan.
  • Cobalah refleksikan diri dan menyadari bahwa memikirkan sesuatu secara berlebihan tidak akan menyelesaikan masalah.

Itulah pengertian overthinking dan beberapa dampak yang bisa terjadi jika gejala tidak diatasi dengan langkah tepat. Segera buat janji medis jika overthinking terjadi secara berlarut-larut sampai mengganggu aktivitas yang kamu lakukan. (*)

Sumber: halodoc.com

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: