Waspada, Kasus Pencurian di Pabelan Marak Terjadi

KRIMINAL : Kondisi kamar korban pencurian di Pabelan Mungkid tampak berantakan (5/3)--(Foto--han)

KRIMINAL : Kondisi kamar korban pencurian di Pabelan Mungkid tampak berantakan (5/3)--(Foto--han)

BNews—MUNGKID—Kawasan permukiman di Desa Pabelan, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang belakangan ini marak terjadi aksi pencurian oleh orang tak dikenal. Beberapa warga setempat mengaku sudah berulang kali menjadi korban pencurian spesialis rumah kosong dengan menguras barang berharga.

 

Terbaru, sebuah rumah di Jalan Mayor Kusen, Desa Pabelan, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang dibobol maling, Minggu malam (3/3). Pelaku diduga berhasil menguras uang tunai Rp 7 juta, laptop, kalung kesehatan, tiga jam tangan dan sebuah tas jinjing.

 

Salah satu korban, Abdul Qodir Mun Imhaq mengatakan, kronologi bermula ketika dirinya bersama istri pulang dari Jogjakarta sekitar pukul 21.30 WIB. Korban waktu itu belum menaruh curiga saat mendapati gerbang pagar besi depan rumah sudah dalam kondisi terbuka.

 

”Saya bilang ke istri, apa mungkin tukang di rumah sebelah lupa menutup gerbang,” ucapnya Selasa (5/3). Posisi rumah korban memang bersebelahan dengan rumah kontrakan yang dijadikan pabrik kerajinan kayu.

 

Kecurigaan baru dirasakan Abdul ketika memasuki pintu rumah. Kondisi pintu sudah menganga dengan gembok pengunci yang telah hilang. Mengetahui ada yang tidak beres, ia bersama istri bergegas mengecek seluruh ruangan di rumah.

 

”Total ada enam pintu dan satu jendela kamar di rusak. Semua ada bekas congkelan,” geram Abdul.

 

Pada kamar mertua korban, jendela sudah dalam kondisi rusak dan barang-barang di dalamnya acak-acakan. Di kamar ini, pencuri berhasil menggondol uang tunai Rp 5 juta.

 

Pencuri juga berhasil menggasak sebuah tas berisi sebuah laptop, dua flash disk dan dua modem yang disimpan di kamar korban. Di kamar lain, pencuri mengambil uang Rp 2 juta, tiga jam tangan merk Guess, Alexandre Christie, Fossil dan kalung kesehatan serta tas jinjing merk Prada.

 

”Total kerugian material ditaksir Rp 17, 5 juta. Saya sudah membuat laporan ke Polsek Mungkid, Senin kemarin,” ungkap Abdul saat ditemui Borobudur News di rumahnya.

 

Imbuhnya, kasus pembobolan baru sekali terjadi. Namun, kasus pencurian sebelumnya sudah tiga kali dialami korban. Mulai dari peralatan tukang seperti cangkul, gerobak, bahan material semen hingga pompa air raib. Bahkan, rumah sebelah yang membuka praktik medis, dr Nur Azis Fauzi juga beberapakali disatroni maling.

 

”Rencana mau pasang kamera CCTV dan harapan saya pelaku yang sangat meresahkan masyarakat Desa Pabelan segera tertangkap,” harap pria 40 tahun itu.

 

Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adi Nugroho melalui Kasat Reskrim AKP Bayu Puji Hariyanto mengaku telah menerima laporan korban dan langsung ditindaklanjuti. Dijelaskan Bayu, saat ini kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di Desa Pabelan masih dalam penyelidikan Polsek Mungkid.


 

”Sat Reskrim juga sudah back up dari tim Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS),” tegas dia. (han)

error: Content is protected !!