Waspada Semut Geni Impor, Peneliti Serangga: Racunnya Menyerang Saraf

BNews—NASIONAL— Masyarakat yang tinggal di sekitar Dermaga Aomi, Tokyo, Jepang sempat dikejutkan dengan munculnya ratusan semut api pada 19 Juni 2020. Kementerian Lingkungan Hidup setempat mengkonfirmasi jika setidaknya ada 200 semut api yang berasal dari Amerika diklaim sangat berbisa.

Menurut Peneliti Serangga di Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Rosichon Ubaidillah, ratusan semut api berbisa tersebut tengah bermigrasi. Semut jenis Solenopsis Invicta itu migrasi melalui barang impor.

”Ya, sangat memungkinkan karena melalui barang import dari negara sumber. Solenopsis invicta asalnya Amerika Latin (Brazil) dan awal tahun 1930-an ke Amerika Selatan, Meksiko, dan 1940-1950 sampai Amerika dan selanjutnya menyebar ke Asia,” jelas Rosichon, Rabu (1/7).

Menyoal Solenopsis invicta, semut ini berasal dari Amerika Selatan dan telah menjajah setidaknya 13 negara bagian di AS. Panjangnya kurang dari satu inci dan berwarna merah kecokelatan. Spesies ini umumnya dikenal sebagai semut api merah impor.

Mereka membangun gundukan selebar 18 inci. Gundukan-gundukan ini sering ditemukan di rerumputan atau hamparan taman dan mereka memakan hewan serta beragam buah dan sayuran.

Solenopsis invicta menggunakan racunnya untuk membuat mangsa mereka tak berdaya. Bahkan mereka dapat mengerahkan ratusan anggota untuk membunuh penyu.

Rosichon menilai bahwa mungkin saja semut api itu sudah berada di Indonesia, dilihat dari intensitas pengiriman barang impor dari negara sumber ke Tanah Air. Namun, ia belum menemukan hasil penelitian lebih lanjut terkait semut tersebut.

”Mungkin sudah. Melihat intensifikasi import barang-barang kita sangat tinggi dari negara-negara sumber. Hanya saja hasil penelitian ke semut itu belum saya temukan, mungkin lebih dulu dari Jepang,” pungkas Rosichon.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik di sini)

Sebagai tambahan, racun semut api adalah campuran dari 46 protein. Pada kebanyakan orang, sengatan hanya menyebabkan iritasi kulit ringan.

Namun, ada pengujian racun semut api baru-baru ini yang menunjukkan bahwa racun itu mempengaruhi sistem saraf. Sebab, tak sedikit orang yang mengeluhkan mengalami gejala halusinasi setelah menerima gigitan semut ini.

Sengatan semut api biasanya dimulai dengan rasa sakit seperti tercubit hingga terbakar. Rasa nyeri tidak berlangsung lama, hanya beberapa detik saja.

Sengatan semut itu menghasilkan tanda khusus dari sengatan serangga lainnya yaitu muncul luka melepuh berisi nanah berbentuk bulat mirip jerawat. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: