IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

Windarti Dukung Bank Sampah Kurangi Limbah Plastik di Magelang

BNews—MAGELANG— Wakil Walikota Magelang, Windarti Agustina merasa bangga dengan kesadaran warga Karanggading, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang dalam kepedulian terhadap sampah. Bahkan dari limbah yang dipandang tidak bermanfaat ternyata bisa menghasilkan rupiah hingga mengangkat perekonomain masyarakat.

Apresiasi itu diungkapkan Windarti saat meninjau Bank Sampah ’Ngudi Raharjo’ di RT 04, Karanggading, kemarin, (27/1). Ia juga menyempatkan melihat langsung cara pengelolaan sampah anorganik.

”Ternyata dari limbah sampah, bila dikumpulkan dan diolah menjadi kerajinan bernilai jual tinggi. Dan saya dengar, Bank Sampah ’Ngudi Raharjo’ ini sudah memiliki kas Rp 7 juta dan tabungan 5 juta dari pengelolaan sampah tersebut. Ini menginspirasi,” tutur Windarti.

Tidak hanya bicara soal pengelolaan sampah. Orang nomor dua di Kota Magelang juga merasa senang saat akan menuju lokasi bank sampah. Dalam perjalanan, ia melihat lingkungan di kawasan tersebut sangat bersih.

Ditambah dengan banyaknya kantong sampah yang disediakan sesuai dengan jenis sampah. Seperti tempat sampah untuk limbah barang padat atau anorganik dan sampah basah alias organik.

”Saya selaku pribadi dan Wakil Walikota Magelang mengucapkan terima kasih kepada ibu-ibu disini. Karena sudah menjaga kebersihan sekitar dan mengelola sampah dengan baik. Ini patut kita dukung,” ungkap dia.

Windarti berharap, dengan manfaat yang sangat luar biasa tersebut, kelangsungan bank sampah bisa terus berjalan. Serta menginspirasi masyarakat luas. Utamanya ibu-ibu di daerah lain untuk membuat bank sampah.

Loading...

”Jika saya nanti diberi amanah untuk bisa melanjutkan program-program pemerintah, saya akan mendukung penuh tentang kegiatan ini (pengelolaan bank sampah),” janjinya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Ketua Bank Sampah ’Ngudi Raharjo’ Supriyani kepada Borobudur News menyampaikan, sampah-sampah itu didapat dari kampung Karanggading dan sekitarnya. Kemudian dikumpulkan oleh warga setempat. Limbah tersebut kemudian dibeli oleh bank sampah untuk didaur ulang.

”Setiap satu kilogram potongan sampah dari bungkus detergen dan sabun dihargai Rp 7 ribu. Hasilnya bisa dilihat, bisa disulap menjadi kerajinan seperti hiasan rumah, tas, sendal dan banyak lagi,” pungkas Supriyani. (cr1/bsn/han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: