WOW !!! Di Magelang Terdapat Pohon Durian Diperkirakan Berusia 200 Tahun
- calendar_month Sen, 17 Jan 2022

Joyo pemiliki pohon durian berusia 200 tahun di Magelang_foto Radarsemarang
BNews–MAGELANG-– Siapa sangka di wilayah lereng Gunung Merbabu Kabupapaten Magelang terdapat pohon durian berusia sekitar 200 tahun. Lokasi tepatnya di wilayah Kecamatan Candimulyo yang memang terkenal menjadi salah satu sentra durian.
Di wilayh tersebut, selain menjadi pusat jual beli buah durian juga ternyata terdapat bibit pohon durian. Dan banyak ditemukan di pinggir sepanjang jalan Candimulyo.
Dan untuk pohon durian berusia 200 tahun tersebut di Kampung Durian Mantenan Candimulyo. Pohon durian tertua tersebut milik warga setempat bernama Joyo Darsi.
Pria berumur 88 memiliki satu pohon durian yang berumur 200 tahun. Tinggi pohonnya 26 meter dengan diameter pohon sekitar 2 meter.
Pohon itu sudah ada sebelum dia lahir. Konon saat kakeknya membeli tanah, sudah ada pohon durian berukuran besar tersebut. “Jadi sebelum saya lahir pohon durian sudah. Saya diceritani bapak saya, sekitar 125 tahun yang lalu simbah membeli tanah dan sudah ada durian berukuran tersebut,” ujar Joyo.
Diperkirakan umur pohon durian sudah mencapai 200 tahun. Kata Joyo, oleh Dinas Pertanian Kabupaten Magelang, pohon tersebut termasuk yang dilindungi karena umurnya yang sudah mencapai 200 tahun.
Sehingga, lanjutnya dilarang untuk ditebang maupun distek. Meski umurnya sudah tua, namun pohon tersebut termasuk masih produktif.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Dalam setahun bisa menghasilkan 300 sampai 400 buah durian, jika cuaca mendukung. “Tapi tahun ini sedang kurang bagus, karena sering hujan. Tahun ini hanya sekitar 17 buah saja,” imbuhnya.
Buah durian dari pohon milik Joyo, memiliki cita rasa manis dengan sedikit pahit. Warna buahnya putih dengan daging buah yang lumayan tebal.
Joyo biasanya menjual duriannya itu ke penebas. Kalau buahnya mencapai 400 dibeli sekitar Rp 17 juta. “Sudah 20 tahun ini ditebas. Kalau dulu saya petik sendiri. Jual sendiri,” tuturnya.
Joyo pun merawat pohon duriannya dengan sederhana. Hanya menggunakan pupuk kandang. Tidak menggunakan pupuk kimia.
Ia menyebutkan, bahwa Dinas Pertanian melarang ranting pohon dipotong atau distek. Karena dikhawatirkan akan merusak pohon.
“Dari dinas saya dikasih tahu kalau ada orang yang mau memotong ranting atau pang pohon, kalau tidak bawa surat, jangan boleh,” ujarnya.
Karena pohon tersebut dilindungi, bagi yang ingin membibit maka harus menanam pongge atau biji buah duriannya. “Kalau dulu sebelum dilindungi ada beberapa orang yang minta ranting untuk distek,” pungkasnya. (*/radarsemarang)
About The Author
- Penulis: Marisa Oktavani



Saat ini belum ada komentar