Wow…Gaji Direksi BPJS Kesehatan Capai 342 Juta Perbulan

BNews—NASIONAL— Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyoroti besaran insentif yang dikantongi direksi Badan Penyelnggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Pengawasan itu dilakukan di tengah kenaikan iuran peserta yang telah diberlakukan awal Januari 2020 ini.

Wakil Ketua Komisi IX DPR Dewi Asmara mengatakan, dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) BPJS Kesehatan 2019, terdapat anggaran insentif kepada direksi sebesar Rp 32,88 miliar. Bila dibagi kepada delapan anggota direksi, maka setiap direksi akan mendapatkan insentif sebesar Rp 4,11 miliar.

”Dengan kata lain, seluruh direksi menikmati insentif Rp 342,56 juta perbulan,” ucap Dewi.

BPJS Kesehatan juga disebut-sebut mengalokasikan dana insentif kepada dewan pengawas sebesar Rp 2,55 miliar. Dengan demikian, satu dewan pengawas akan mendapatkan insentif sebesar Rp 211,14 juta perbulan.

”Dengan kata lain kalau kami berbicara mengenai suatu badan yang rugi, mbok ya ada hati juga untuk mengadakan penghematan,” hemat Dewi.

DPD PKS Magelang Ramadhan

Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma’ruf membantah pernyataan yang diungkapkan Komisi IX DPR. Menurut dia, anggota direksi dan dewan pengawas belum pernah menerima insentif sejak 2014 lalu.

”Saya klarifikasi. Dalam kenyataannya, sampai saat ini belum pernah ada pemberian insentif untuk direksi maupun dewan pengawas BPJS Kesehatan seperti yang disampaikan oleh anggota dewan tersebut (Dewi Asmara),” ungkap Iqbal.

Masih menurut dia, penetapan insentif ditetapkan dalam regulasi yaitu UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS. Dan Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2013 tentang Gaji atau Upah dan Manfaat Tambahan Lainnya serta Insentif bagi Anggota Dewas dan Anggota Direksi BPJS.

”Namun sampai dengan saat ini belum diatur tata cara pemberian insentif tersebut,” jelas dia.

Sementara, gaji direksi dan dewan pengawas diklaim tetap mengikuti aturan yang ditetapkan dan bersifat wajar. Hanya saja, Iqbal tidak menyebut secara spesifik nominal gaji yang diterima direksi dan dewan pengawas BPJS Kesehatan. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: