Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » WOW !!! Google Kenang Almarhum Didi Kempot, Begini Caranya

WOW !!! Google Kenang Almarhum Didi Kempot, Begini Caranya

  • calendar_month Sen, 27 Feb 2023

BNews–TEKNO– Sosok mendiang musisi Didi Kempot diabadikan sebagai Google Doodle edisi Minggu (26/2/2023).

Dalam Google Doodle kali ini, sosok mendiang Didi Kempot digambarkan tengah menyanyi dengan setelan khasnya termasuk blangkon di kepala.

Latar belakangnya nampak gambar siluet penonton yang menyaksikan penyanyi campursari itu.

‘Mengenang Didi Kempot’ dituliskan Google dalam keterangan Doodle kali ini.

Google mengenang Didi Kempot, seorang master musik campursari Jawa yang dijuluki “Godfather of Broken Hearts”.

Tepat pada tanggal 26 Februari tahun 2020, penyanyi bernama asli Didik Prasetyo itu menerima Billboard Indonesia Lifetime Achievement Award.

Billboard Lifetime Achievement Award adalah penghargaan yang diberikan oleh majalah Billboard kepada seorang artis yang memiliki karir luar biasa, mencakup kontribusi artistik dan pribadi yang berdampak besar pada musik di seluruh dunia.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Hal ini karena Lagu-lagunya yang romantis dan kadang menyaratkan patah hati.

Didi Kempot diketahui telah menulis lebih dari 700 lagu sepanjang karirnya yang produktif.

Profil Didi Kempot

Didi Kempot bernama lengkap Dionisius Prasetyo merupakan kelahiran 21 Desember 1966.

Didi Kempot merupakan anak dari seorang seniman tradisional terkenal bernama Ranto Edi Gudel atau lebih dikenal dengan nama Mbah Ranto. Ia lahir dari keluarga yang memiliki darah seni yang kental.

Selain sang Ayah yang merupakan seniman, kakak Didi Kempot bernama Mimiek Prakoso merupakan seorang pelawak senior Srimulat.

Didi Kempot mempunyai istri bernama Yan Velia perempuan berusia 40 tahun tersebut merupakan penyanyi dangdut tanah air.

Didi Kempot memulai kariernya sebagai musisi jalanan di Surakarta sejak 1984 hingga 1986.

Pada 1987 sampai 1989, ia mengadu nasib ke Jakarta. Nama panggungnya merupakan singkatan dari Kelompok Pengamen Trotoar, grup musik asal Surakarta yang membawa ia hijrah ke Jakarta.

Akhirnya mereka berhasil menarik perhatian label Musica Studio tepat di tahun 1989. Didi Kempot mulai meluncurkan album pertamanya.

Salah satu andalan di album tersebut adalah Cidro. Lagu Cidro diangkat dari Kisah asmara Didi Kempot yang pernah gagal.

Kisah asmara yang ia jalani bersama kekasih tidak disetujui oleh orang tua wanita tersebut.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Pada 1993, penyanyi asal Solo tersebut mulai tampil di luar negeri, tepatnya di Suriname, Amerika Selatan.

Lagu Cidro yang dibawakan sukses meningkatkan pamornya sebagai musisi terkenal di Suriname. Setelah Suriname Didi Kempot lanjut menginjakkan kakinya di Benua Eropa pada 1996.

Lagu tersebut juga mendapatkan apresiasi yang tinggi dari warga Indonesia.

Perjalanan karir Didi Kempot yang berliku hingga mencapai kesuksesan seperti sekarang ini tidak membuatnya sombong.

Dalam beberapa tahun terakhir, musik campursari Didi Kempot sangat populer di kalangan generasi muda. Lagu-lagunya terus menyentuh hati orang-orang romantis yang putus asa di seluruh dunia.

Didi Kempot lanjut menginjakkan kakinya di benua Eropa. Pada 1996, ia mulai menggarap dan merekam lagu berjudul “Layang Kangen” di Rotterdam, Belanda. Tak lama setelah pulang kampung, pada era reformasi, dia mengeluarkan lagu “Stasiun Balapan”.

Didi Kempot mulai menggarap dan merekam lagu berjudul layang kangen 1999.

Nama Didi Kempot kembali meroket setelah mengingatkan lagu kalung emas pada tahun 2013 lalu.

Kemudian pada 2016 penyanyi asal Solo tersebut mengeluarkan lagu suket teki. Sampai akhir hayatnya menjemput, Didi Kempot menjadi idola generasi milenial yang akrab dengan media social.

Didi Kempot telah menulis sekitar 700 lebih judul lagu. Hampir sebagian lagu-lagu yang diciptakan Didi Kempot menggunakan bahasa Jawa bertemakan patah hati dan kesedihan.

Di beberapa lagunya, Didi Kempot juga kerap menggunakan nama-nama tempat dalam lagunya.

Misalnya saja lagu Stasiun Balapan, Terminal Tirtonadi, KopiLampung, Prawan Kalimantan Parangtritis, Pantai Klayar, Tanjung Perak, Tanjung Mas, Ninggal Janji Magelang, nyimpen janji ademe Kutho Malang, hai kangen Magetan yang liriknya tetap menceritakan tentang patah hati.

Hampir sebagian karya musik yang ditulisnya bertemakan patah hati dan kehilangan.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Oleh karena itu, Didi Kempot kerap dijuluki oleh para penggemarnya dengan nama The Godfather of Broken Heart, Bapak Loro Ati Nasional, dan Bapak Patah Hati Indonesia.

Karyanya juga dinikmati oleh kalangan muda dari berbagai daerah yang menyebut diri mereka sebagai Sadboys dan Sadgirls yang tergabung dalam “Sobat Ambyar”.

Berkat karya-karyanya, Didi Kempot berhasil mendapatkan banyak penghargaan.

Sebelum meninggal dunia, Didi Kempot sempat melahirkan karya di era pandemic Covid-19 dengan judul Ojo Mudik.

Meninggal Dunia di usia 53 Tahun

Penyanyi campursari Didi Kempot meninggal dunia di Solo, Jawa Tengah, Selasa (5/5/2020).

Dilansir dari Kompas.com, Didi Kempot diketahui meninggal dunia pada usia 53 tahun pukul 07.30 WIB.

Hal ini disampaikan Lilik, kakak kandung Didi Kempot, dalam wawancara di KompasTV.

LIlik mengatakan, malam harinya, Didi Kempot sempat pergi ke rumah sakit.

“Tadi malam di Rumah Sakit Kasih Ibu di Solo,” kata Lilik dalam wawancara di KompasTV, seperti dikutip Kompas.com kala itu.

Lilik mengatakan, jenazah Didi Kempot masih di Rumah Sakit Kasih Ibu pagi ini.

Kepergian Didi Kempot sangat mengejutkan. Menurut Lilik, Didi Kempot masih beraktivitas seperti biasa sebelumnya.

Dionisius Prasetyo atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Didi Kempot merupakan penyanyi campursari asal Solo, Jawa Tengah.

Ia sebelumnya kerap dijuluki para penggemarnya dengan nama Bapak Loro Ati Nasional, Bapak Patah Hati Indonesia, Lord Didi, dan yang terbaru disebut-sebut sebagai Godfather of Brokenheart.

Didi Kempot adalah anak dari pelawak terkenal, mendiang Ranto Edi Gude atau lebih dikenal dengan nama Mbah Ranto.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Ia juga adik dari salah satu pelawak senior Srimulat, mendiang Mamik Pondang.

Siapa sangka, di balik ketenarannya saat ini, pelantun lagu “Stasiun Balapan” yang dirilis pada 1999 itu dulunya adalah seorang pengamen.

Ia mengawali langkahnya di dunia musik sebagai musisi jalanan sejak 1984 hingga 1989.

Sejak saat itu, Didi telah menciptakan beberapa lagu hingga akhirnya ia bertekad untuk hijrah ke Jakarta dan berharap lagunya dilirik oleh produser.

Lagu-lagu karya Didi Kempot kebanyakan berkisah tentang kesedihan, cinta, dan patah hati.

Hal ini membuat orang-orang yang mendengarkan lagunya juga ikut tersayat hatinya.

Pada 2019, lagu Didi yang berjudul “Pamer Bojo” dan telah dirilis sejak 2016 kembali melejit di dunia musik Tanah Air.

Penggemar musik campur sari Didi Kempot yang kerap disebut dengan Sobat Ambyar kini semakin menyebar.

Tidak hanya terdiri dari kalangan dewasa, tetapi kaum muda saat ini juga menjadi penggemar lagu-lagu dari pria kelahiran 31 Desember 1966 tersebut. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less