Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Terduga Teroris Ditangkap di Purworejo, Diduga Terafiliasi JAD dan ISIS

Terduga Teroris Ditangkap di Purworejo, Diduga Terafiliasi JAD dan ISIS

  • calendar_month Sel, 27 Mei 2025

BNews-JATENG- Tim Densus 88 Anti Teror Polri kembali melakukan penangkapan terhadap seorang terduga teroris di wilayah Purworejo, Jawa Tengah, pada Senin, 26 Mei 2025.

Dalam operasi tersebut, aparat berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang mengarah pada dugaan keterlibatan dalam aktivitas terorisme.

Dalam keterangan tertulis yang dirilis oleh pihak Densus 88, disebutkan bahwa saat proses penangkapan dan penggeledahan, ditemukan berbagai dokumen yang berisi muatan kekerasan.

“Dari hasil penangkapan dan penggeledahan, tim Densus mengamankan sejumlah barang bukti berupa dokumen dan tulisan tangan yang mengandung ajaran kekerasan; termasuk naskah yang membahas fiqih jihad, hukum ghonimah, dan prinsip-prinsip kekerasan terhadap pihak tertentu,” tulis pihak Densus 88 dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/5/2025).

Terduga pelaku diketahui berinisial AF, pria berusia 32 tahun.

Ia ditangkap di halaman rumahnya yang berlokasi di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, sekitar pukul 09.20 WIB.

Selain dokumen, tim juga menemukan sejumlah benda mencurigakan yang mengindikasikan aktivitas ekstremisme.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Ditemukan pula beberapa benda fisik seperti lukisan bertema ekstrem, pisau belati, pisau lipat, serta perlengkapan yang diduga digunakan dalam latihan fisik dan simulasi serangan. Selain itu, perangkat komunikasi dan identitas pribadi turut diamankan guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” lanjut pihak Densus 88.

AF diduga memiliki keterkaitan erat dengan kelompok teror Anshor Daulah, yang dikenal sebagai bagian dari jaringan organisasi teroris Jamaah Anshor Daulah (JAD); kelompok terlarang yang memiliki afiliasi dengan ISIS.

Penangkapan ini juga telah dikonfirmasi oleh Polda Jawa Tengah.

AF disebut aktif menyebarkan propaganda radikal melalui berbagai platform media sosial, yang memperkuat dugaan keterlibatannya dalam jaringan terorisme.

Aktivitas daring tersebut menjadi bagian dari strategi kelompok untuk merekrut dan menyebarkan ideologi kekerasan. (*/Kompas)

About The Author

  • Penulis: Borobudur News

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less