Wujud Cinta Almarhum Didi Kempot Bangun Masjid Untuk Istri

BNews—NASIONAL— ”Saya bersaksi, Mas Didik Prasetyo aka Didi Kempot orang baik. Almarhum ramah kepada siapa saja, selalu berbahasa Jawa krama inggil kepada orang yang belum dikenalnya,” kata tokoh wirausahawan terkenal di Solo, Blontank Poer.

Kesaksian tentang kebaikan Didi Kempot ini ditulis Blontak Poer di akun Facebook, pada hari Selasa (5/5), beberapa jam setelah sang maestro Campurasi itu mangkat.

”Saya sangat terkejut kehilangan beliau. Dari pagi, dua nomorku kebanjiran telepon, tapi tidak kuangkat,” sambung pria yang juga sahabat Didi Kempot  itu. Baru setelah melihat sendiri wajah Didi Kempot di kamar jenazah, ia percaya.

Semula, Blontank berharap Didi Kempot menengok para penggemarnya, Sobat Ambyar. Mereka mengemas ribuan paket sembako hasil donasi Konser Amal Dari Rumah #SobatAmbyarPeduli untuk warga yang terdampak covid-19.

Saat itu Didi Kempot bersedia, namun dengan catatan. ”Kapan-kapan, tanpa ada wartawan. Dia tidak mau diliput media terkait penyaluran donasi. Itu cerita dari Mas Ige, videografer pribadi sekaligus orang yang hampir setiap hari menemani Mas Didi,” ia menyambung.

Begitulah sosok Didi Kempot. Bagi dia, saat tangan kanan memberi, tangan kiri tak perlu tahu.

Menurut Blontank, hal yang mengagetkan adalah pelantun lagu ’Pamer Bojo’ dan ’Layang Kangen’ tidak mengeluh sakit apapun.

Sejak Selasa siang (4/5) di Solo, Didi Kempot tampak bugar. Bahkan terlihat menemani Ige mengedit videoklip sampai sekitar jam 21.00 WIB.

”Hingga dapat kabar Mas Didi dilarikan ke Rumah Sakit Kasih Ibu dan dinyatakan wafat sebelum sampai UGD,” terang dia.

Blontang menyadari, masih banyak yang meragukan kebaikan hati almarhum Didi Kempot. Maklum, amal musisi kelahiran Surakarta, 31 Desember 1996, ini jarang terekspos di muka publik.

”Beliau seorang Muslim yang dermawan. Dia juga membangun masjid di Ngawi, sebagai hadiah kepada istrinya yang selalu dia banggakan sebagai ahli wirid dan seneng pengajian,” ujarnya.

Selain itu, ada satu pernyataan Didi Kempot yang selama ini sering didengarnya. ”Kalau bukan karena banyak wiridan Mbak Putri (istrinya), mungkin saya tidak sekuat sekarang, Mas,” ucap Blontank menirukan penuturan Didi Kempot semasa hidup.

”Alhamduillah selalu diparingi sehat dan kuat oleh Gusti Allah. (Itulah) kata Mas Didi dalam berbagai kesempatan kepada saya,” pungkasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: