Zakat ASN Jadi Senjata Pamungkas Ganjar Sukses Entas Kemiskinan Jateng

BNews—SEMARANG— Terobosan mengurangi kemiskinan yang dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sukses mengantarkan Provinsi Jawa Tengah meraih juara dinilai ideal. Ganjar diketahui tidak hanya mengandalkan APBD saja. Sejumlah potensi anggaran lain turut dioptimalkan untuk membantu program itu.

Salah satu terobosan itu adalah pemanfaatan zakat yang dibayarkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jateng. Zakat tersebut dihimpun oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng. Kemudian menjadi jurus jitu penanggulangan kemiskinan dengan cepat. Diluar bantuan CSR, Filantropi dan lainnya.

”Mengentaskan kemiskinan adalah tugas kita bersama. Dorongan Gubernur kepada ASN untuk mengeluarkan zakat juga menjadi salah satu penyumbang tingginya potensi zakat di Jawa Tengah,” kata Ketua BAZNAS Jateng KH Ahmad Daroji, kemarin (16/1).

Jelas Daroji, selama ini zakat dari ASN di lingkungan Pemprov Jateng mencapai Rp 4,7 miliar perbulan. Dari sekian dana yang terkumpul digunakan untuk beberapa program pengentasan kemiskinan.

Diantaranya untuk rehab rumah tidak layak huni, beasiswa bagi siswa miskin dan sebagainya. Bahkan saat ini, Baznas Jateng mulai mengembangkan sektor-sektor produktif seperti permodalan usaha tanpa bunga lewat Baznas Micro Finance dan lainnya.

Menurut dia, fungsi utama zakat untuk mengentaskan kemiskinan. Namun bila diberikan dalam bentuk uang dan beras hanya akan erfansaat secara sementara.

”Memberikan pelatihan dan memberikan modal itu baru insyaallah mereka mentas, tetapi juga harus dibimbing dengan diberikan modal dan pelatihan,”pungkas Daroji yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Jawa Tengah tersebut.

Loading...
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total warga miskin yang berhasil dientaskan selama periode Maret hingga September 2019 sebanyak 63.830 orang. Jumlah ini menjadi yang terbanyak dari 34 provinsi di Indonesia.Di peringkat kedua ada Jawa Timur dengan 56.250 jiwa, disusul Nusa Tenggara Barat sebanyak 30.280 jiwa terentas.

Dihitung secara persentase, jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah perbulan September 2019 turun 0,22 persen menjadi 10,58 persen dibanding Maret 2019 sebesar 10,80 persen. Atau, penurunan jumlah penduduk miskin pada periode September 2018 sampai September 2019 di Jawa Tengah berkurang 188.020 jiwa dari 3,867 juta menjadi 3,679 juta orang. (lhr/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: