Sindikat Pembuat Kartu Vaksin Asli Tapi Palsu di Jateng Dibongkar

BNews—JATENG— Polisi berhasil membongkar kasus pembuatan kartu vaksin palsu. Kejahatan ini berhasil dibongkar berkat informasi di media sosial tentang dugaan penjualan sertifikat vaksin palsu.

Kedua tersangka yakni YNH dan EP, warga Klaten. Keduanya memiliki peran berbeda.

YNH bertugas mencari pemesan kartu vaksin palsu melalui media sosial. Sedangkan EP bertugas membuat dan mencetak kartu vaksin palsu.

’Tanggal 23 Juli kita mengamankan dua tersangka. Diduga pelaku yang men-share informasi termasuk yang membuat dan mengedit foto copy KTP dari pelanggan yang akan membuat vaksin palsu tersebut,” ujar Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Andryansyah Rithas Hasibuan, Kamis (12/8).

Untuk mencari pelanggan, tersangka YNH menjanjikan bisa membuat kartu vaksin. Meski belum pernah melakukan vaksin baik dosis pertama maupun dosis kedua. Para tersangka membuat kartu vaksin palsu dengan bermodal kemampuan mengedit gambar.

Dari pengakuan tersangka, mereka menarik tarif bervariasi mulai Rp30 ribu hingga Rp70 ribu perkartu. Pemesan kartu vaksin palsu tersebut sudah hampir 50-an orang. Pemesan tidak hanya dari Klaten, tetapi juga luar kota.

”Jadi dia bisa mengedit. Bahkan barcode-nya untuk mencetak kartu vaksin tersebut,” ujarnya.

Dari penangkapan kedua tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya 14 kartu vaksinasi palsu. Seperangkat komputer dan alat pemotong kertas dan empat buah HP.

”Atas tindakannya para pelaku akan dijerat dengan Pasal 263 ayat 1 KUHP tentang Tindak Pidana Pemalsuan Surat dengan pidana kurungan paling lama enam tahun penjara,” tegas Andryansyah. (ifa/han)

Sumber: iNews

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: