10 Istilah Letusan Gunung Merapi yang Wajib Kamu Ketahui

BNews—MUNGKID— Warga Magelang patut bersyukur karena hidup di atas tanah yang subur. Ini tidak lepas dari Kabupaten Magelang yang dikeliling pegunungan dan perbukitan.

Salah satu gunung yang paling terkenal karena keaktifannya adalah Merapi. Gunung tersebut sangat banyak memberikan kemakmuran bagi masyarakat sekitar. Meskipun, tidak jarang Merapi memberikan kejutan lewat erupsi.

Borobudur News mencatat, erupsi Gunung Merapi kali terakhir terjadi pada hari Minggu, 21 Juni 2020 hingga menyebabkan hujan abu hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Magelang. Teranyar, Merapi mengalami gempa vulkanik dangkal sebanyak enam kali, Sabtu malam (4/7).

Sebagai warga yang tinggal di lereng gunung, kamu wajib tahu sepuluh istilah tentang kegunungapian yang akrab terjadi:

Intrusi dan ekstrusi

Aktivitas magma diperut bumi pada gunung berapi disebut intrusi dan ekstrusi. Intrusi adalah proses keluarnya magma menuju permukaan bumi  namun tidak sampai permukaan bumi. Sedang ekstrusi adalah keluarnya magma dari perut bumi dan sampai ke permukaan bumi.

Dapur Magma

Dapur magma/ batholit adalah rumah bagi magma yang ada di perut bumi. Besaran dapur magma pada tidap gunung api bervariasi. Namun hal yang harus diperhatikan adalah jika dapur magma semakin dalam letaknya, maka kemungkinan besar letusan gunungnya juga akan kuat.

Lava

Lava adalah cairan magma yang keluar dari perut bumi. Karena lava berbentuk cair maka lava akan mengalir ke tempat yang lebih rendah. Biasanya daerah yang dilalui lava akan membentuk sungai atau lembah.

Kubah Lava

Kubah lava/ dome adalah bekuan lava yang menumpuk dan membentuk kubah akibat  dari keluarnya lava dari perut bumi dengan kecepatan lambat. Perkembangan kubah lava tidak akan berlangsung teus menerus dengan laju yang sama walaupun suplai magma terus bertambah.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik di sini)

Awan Panas

Awan panas adalah istilah yang digunakan untuk menyebut gabungan dari batu, kerikil, abu, dan pasir dalam suatu masa vulkanik panas.  Awan panas akan keluar dari gunung api menuju lereng gunung dengan kecepatan yang dapat mencapai lebih dari 100 km per jam.

Lahar

Lahar adalah campuran aliran lava dengan air dan lumpur. Akibat dari campuran ini sifat lava yang semula panas menjadi dingin. Bisanya lahar akan mengalir ke tempat yang lebih rendah  dengan membawa material yang sebelumnya dibawa oleh lava.

Erupsi Eposif dan Eksplosif

Erupsi atau letusan gunung berapi terbagi menjadi eposif dan eksplosif. Erupsi eposif adalah adalah peristiwa dimana magma keluar dari bumi tanpa diikuti dengan ledakan. Biasanya material yang dikeluarkan adalah material cair (lava).

Tremor

Tremor adalah getaran yang diakibatkan oleh proses berjalannya magma ke permukaan sebelum terjadinya erupsi.

Prekuser

Gejala awal sebelum gunung api erupsi adalah prekuser. Biasanya gunung akan menunjukan gejala-gejala awal sebelum erupsi. Seperti berubahnya warna asap menjadi semakin pekat dan tebal. Intensitas jumlah gempa yang terekam seismogram meningkat.

Selain itu berubahnya komposisi kimia gas atau air. Suhu kawah juga akan meningkat dan terjadi deformasi tubuh gunung.

Status Gunung

Satatus gunung biasanya bertingkat dari normal, waspada, siaga hingga awas. Normal adalah status yang menyatakan bahwa tidak ada tekanan magma di dalam.

Status waspada ditetapkan apabila aktivitas seisimik dan kejadian vulaknik meningkat. Namun apabila gunung sudah mengarah pada letusan maka status akan dinaikan mejaga siaga.

Pada tingkatan terkahir atau status awas adalah status yang menunjukan gunung berapi akan segera meletus atau sedang meletus. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: