25 Ribu Lebih Butir Pil Sapi Disita Polresta Magelang Dari 4 Pengedar

BNews-MAGELANG- Dalam sebuah pengungkapan yang dilakukan oleh Reserse Narkoba Polresta Magelang; berhasil menyita sebanyak 25.800 butir pil yarindo atau pil sapi.

Keempat tersangka yang terlibat dalam kasus ini adalah YT dari Kecamatan Muntilan, EP dari Kecamatan Borobudur; GS dari Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, dan RR dari Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Kapolresta Magelang, Kombes Mustofa, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini terjadi di dua tempat kejadian perkara (TKP).

TKP pertama berada di rumah tersangka YT, sedangkan TKP kedua berlokasi di Perum Gading, Jalan Kelapa Molek VI Blok Y 2; Kelurahan Kelapa Gading Timur, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

“Dari para tersangka, kami berhasil mengamankan 22 botol berisi pil putih dengan total 21.800 butir. Selain itu, terdapat 2 plastik transparan berisi pil dengan total 2.000 butir,” ujar Mustofa dalam konferensi pers di Ruang Media Centre Polresta Magelang pada Rabu (28/2/2024).

Lebih lanjut Mustofa menambahkan, pihkanya juga menyita 50 lembar obat dengan total 500 butir dan 150 lembar obat kemasan dengan total 1.500 butir.

“Disita sebanyak 5.800 butir di TKP di Magelang, dan 20.000 butir di TKP di Jakarta, sehingga total barang bukti yang berhasil diamankan adalah 25.800 butir,” imbuhnya.

IKUTI BERITA UPDATE BOROBUDUR NEWS DI GOOGLE NEWS GRATIS (KLIK DISINI)

Dalam modus operandi tersangka, Mustofa menyatakan bahwa YT dan EP menjual pil sapi di wilayah Kabupaten Magelang; dengan harga Rp 1,2 juta per botol berisi 1.000 butir. Mereka membeli dari tersangka GS dengan harga Rp 600 ribu per botol, sedangkan GS membeli dari tersangka RR di Jakarta dengan harga Rp 500 ribu per botol.

Mustofa menjelaskan bahwa pil yarindo dijual di wilayah hukum Polresta Magelang setelah didapat dari pembelian di Jakarta. Pengungkapan ini bermula dari penangkapan TY dan EP di Nglawisan Tamanagung, Muntilan.

“Kami menetapkan pasal 435 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP untuk tersangka, yang dikenakan pidana penjara; paling lama 12 tahun atau denda paling banyak Rp 5 miliar,” tegasnya.

Tersangka TY mengakui bahwa para pembeli pil tersebut merupakan teman-temannya, sementara tersangka RR menjual pil tersebut selama 4 bulan sejak dikenal di Jakarta. (*)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: