27 Persen Bayi di Tegalrejo Lahir Cebol

BNews—TEGALREJO— Pernah dengar kata Stunting ? Sebuah kelainan yang diderita oleh seorang anak atau bayi karena kekurangan kalsium sehingga memiliki tubuh cebol.

Kasus stunting masih ditemukan di Desa Tegalrejo Kecamatan Tegalrejo Magelang.  Tahun 2019 untuk Balita menderita stunting berjumlah 27 persen. Dimana 19 persennya berasal dari kalangan keluarga mampu.

Advertisements


Ketua PPK Desa Tegalrejo, Septia Henny mengatakan bahwa banyak keluarga dari kalangan mampu menitipkan anak atau bayi nya diasuh orang lain. “Hal ini menjadi salah satu penyebab asupan gizi balita kurang diperhatikan, menjadikan kekurangan gizi,” katanya saat kegiatan Menuju Tegalrejo Sehat Babas Stunting yang digelar  Tim Penggerak PKK Desa Tegalrejo di Terminal Tegalrejo, Rabu (9/10).


Disebutkan juga bahwa sebelumnya banyak kasus balita Desa Tegalrejo terkait stunting. Mereka mengalami gagal tumbuh kembang serta kurangnya asupan nutrisi.

“Per April 2019, terdapat 73 balita menderita stunting dari total 310 balita di Desa Tegalrejo Kecamatan Tegalrejo,” sebutnya.

Septia mengaku bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya seperti menggiatkan Posyandu, penimbangan, dan berikan nutrisi pada ibu hamil yaitu fe 92 zat besi. “Kami juga berikan pmt makanan tambahan balita selain asi. Dimana sumber anggaran dana desa untuk memerangi stunting serta dibantu puskemas dan posyandu,” akunya.

“Hasilnya dalam waktu satu bulan dapat turun menjadi 68 balita yang mengalami stunting,” tegasnya.

Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang, Tanti Zaenal Arifin mengajak masyarakat Desa Tegalrejo Kecamatan Tegalrejo untuk berkomitmen bersama. “Komitmen tersebut yakni Tegalrejo Bebas Stunting,” ajaknya.

BACA JUGA : Bejat, Ayah di Srumbung Tega Setubuhi Anak Kandungnya

Dijelaskan pula bahwa stunting itu sendiri adalah permasalahan gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam rentang yang cukup waktu lama. “Umumnya hal itu disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi,” jelasnya.

Tanti juga menyampaikan bagaimana tindakan yang harusnya diambil untuk mengurangi jumlah stunting ini. “Masyarakat berupaya memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil, memberikan asi ekslusif enam bulan pertama. Dan jangan lupa makanan pendamping asi, pantau tumbuh kembang anak melalui Posyandu, selalu jaga kebersihan sanitasi lingkungan dan pengelolaan sampah,” paparnya.

“Banyak faktor yang harus dilakukan agar Tegalrejo bebas stunting seperti harapan kita bersama,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: