5 Hari Hilang, Pendaki Gunung Merbabu Asal Temanggung Ditemukan Meninggal Dunia
- calendar_month Kam, 24 Apr 2025

pendaki gunung merbabu asal Temanggung ditemukan meninggal dunia
BNews-JATENG– Setelah lima hari pencarian intensif oleh Tim SAR Gabungan, pendaki Sugeng Parwoto (50) asal Kecamatan Tlogorejo, Kabupaten Temanggung, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Pos 3 Gunung Merbabu, Kamis (24/4/2025).
Sugeng, yang diketahui berstatus sebagai ASN Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, dilaporkan hilang sejak Jumat malam, 18 April 2025, setelah melakukan pendakian seorang diri melalui jalur ilegal Timboa, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali.
Menurut Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb), jalur Timboa bukanlah jalur resmi pendakian. Oleh karena itu, tidak ada izin resmi yang dikeluarkan bagi siapa pun yang mendaki melalui jalur tersebut.
“Jalur ini bukan jalur resmi pendakian di Merbabu, jadi memang tidak ada izinnya,” ujar Nurpana Sulaksono, Kasubbag Tata Usaha BTNGMb, Senin (21/4/2025).
Sugeng memulai pendakiannya pada Jumat malam (18/4/2025). Berdasarkan informasi yang dihimpun, ia sempat bertemu dengan sekelompok pendaki yang berjumlah enam orang di Pos 3 Jalur Timboa. Namun, keesokan harinya, Sugeng tidak lagi terlihat di area tenda miliknya.
Keenam pendaki yang sempat bertemu dengannya kemudian melaporkan kehilangan ini. Di lokasi hanya ditemukan beberapa barang milik Sugeng, seperti Empat botol air minum (sebagian kosong),
Sepatu dan Jas hujan.
Warga sekitar menyebut bahwa Sugeng Parwoto telah beberapa kali mendaki Gunung Merbabu melalui jalur Timboa. Biasanya ia singgah di basecamp, namun kali ini berbeda.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA (KLIK DISINI)
“Biasanya beliau mampir ke basecamp, tapi kali ini hanya parkir motor dan langsung naik,” jelas Tri Puji Sugiharto, Kepala Pos Operasi Tim SAR Gabungan.
Berikut ciri-ciri fisik dan pakaian yang dikenakan Sugeng Parwoto saat mendaki, Tubuh kurus, berjenggot, dan berkulit sawo matang; dan Mengenakan kaos abu-abu dan celana biru donker
Pencarian dilakukan secara intensif oleh Tim SAR Gabungan selama lima hari, menyisir berbagai titik jalur Timboa yang dikenal cukup berbahaya dan jarang dilewati pendaki lain karena statusnya sebagai jalur tidak resmi.
Hingga akhirnya, pada Kamis pagi (24/4/2025), Sugeng ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar Pos 3. (*)
About The Author
- Penulis: Borobudur News



Saat ini belum ada komentar