Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » 9 Cara Trauma Healing Masa Kecil Menurut Terapis

9 Cara Trauma Healing Masa Kecil Menurut Terapis

  • calendar_month Sel, 18 Jan 2022

BNews—MAGELANG— Tanpa Anda sadari, trauma mendalam pada masa lampau bisa berpengaruh negatif pada karier, hubungan, kesehatan, dan seluruh kehidupan saat ini. Pasalnya, trauma membuat emosi Anda terus bergejolak saat dihadapkan pada pemicunya sehingga perlu cara untuk memulihkannya.

Untuk sembuh dari trauma masa kecil, Anda perlu memulai proses sedini mungkin atau sejak peristiwa tersebut terjadi. Berikut cara memulihkan trauma masa kecil menurut Andrea Brandt, Ph.D, seorang terapis pernikahan dan keluarga di Amerika Serikat:

Fokus pada diri sendiri

Saat memulai proses pemulihan trauma, carilah tempat tenang sehingga Anda bisa fokus dan tidak akan terganggu. Gunakan pakaian yang nyaman untuk memulai proses yang satu ini. Lalu, duduklah senyaman mungkin nyaman di lantai dengan mata terpejam.

Tarik napas dalam-dalam, lalu fokus dan rasakan kesadaran Anda sendiri. Rasakan betapa sejuknya lantai tempat Anda duduk. Bayangkan aliran energi dari tulang ekor Anda hingga ke lantai tempat Anda duduk. Pusatkan pikiran pada tubuh Anda sendiri tanpa terganggu hal lainnya.

Ingat kembali memori masa lalu

Selanjutnya, coba ingat kembali situasi atau peristiwa yang membuat Anda kesal baru-baru ini. Kemudian, temukan sesuatu yang memicu emosi Anda. Ingat kembali sedetail mungkin dan bayangkan diri Anda ada pada masa tersebut. Coba lihat dan rasakan lagi emosi yang muncul ketika itu.

Rasakan emosinya

Sekarang, bernapaslah dalam-dalam hingga Anda bisa kembali tenang. Biarkan tubuh Anda merasakan berbagai emosi. Coba amati dan fokus terhadap respons fisik yang muncul saat itu; apakah kesemutan, sesak, kepala sakit, atau lainnya.

Berbagai sensasi ini nantinya akan dibutuhkan untuk memahami kembali trauma masa kecil yang pernah Anda alami. Setelah itu, coba jelaskan perasaan ini pada diri Anda sedetail mungkin seolah Anda berbicara pada diri sendiri di dalam hati.

Kenali dan namai setiap sensasi

Saat merasakan emosi yang bergejolak, coba kaitkan dengan sensasi yang Anda rasakan saat itu. Apakah rasa cemas membuat dada sesak atau adakah perasaan marah yang membuat tubuh terasa panas? Coba rasakan dan katakan dalam hati apa yang Anda rasakan. Dengan mengenali berbagai sensasi ini, Anda akan lebih mudah memahami tentang diri dan tubuh.

Cintai setiap sensasi dan emosi

Demi menyembuhkan trauma masa kecil, Anda harus bisa menerima semua hal yang Anda rasakan. Katakan pada diri bahwa Anda suka dan senang merasakan berbagai emosi ini.

Lakukan hal ini pada setiap emosi yang sedang Anda rasakan misalnya “Saya cinta terhadap diri saya karena perasaan (termasuk marah, sedih, cemas).” Dengan mencintai setiap emosi yang Anda rasakan, perlahan Anda akan menerimannya bahwa itu merupakan hal yang normal.

Coba rasakan dan lakukan

Tetaplah fokus pada emosi dan sensasi yang menyertainya. Biarkan perasaan ini meresap ke dalam diri dan mengalir begitu saja. Jangan coba untuk menahannya atau menyembunyikannya. Kemudian, biarkan tubuh merespons emosi dan sensasi dengan berbagai hal yang Anda inginkan atau perlu Anda lakukan.

Jika Anda merasa ingin menangis, menangislah sepuasnya termasuk jika ingin berteriak atau memukul sesuatu. Lakukan apa yang tubuh Anda inginkan saat itu. Anda bisa berteriak kencang atau meninju dengan mata yang tetap terpejam dalam posisi yang tetap sama.

Ambil pesannya

Apakah emosi yang Anda rasakan sekarang telah terhubung dengan peristiwa masa lalu yang membuat trauma? Apakah Anda mulai menyadari berbagai hal negatif yang membatasi diri Anda adalah akibat trauma masa kecil? Jika iya, cermati baik-baik dan ambil pesan moralnya. Anda pasti bisa menemukannya.

Tetapi jika Anda merasa tidak mendapatkan apa-apa coba tulis semua perasaan dan emosi yang Anda rasakan dalam secarik kertas. Lakukan hal ini selama sepuluh menit tanpa henti. Kemudian, coba pikirkan kira-kira pesan apa yang sedang coba dikirim oleh emosi Anda saat ini.

Cobalah untuk berbagi dengan orang lain

Jika Anda memiliki seseorang yang bisa diajak berbagi soal perasan dengan nyaman, cobalah ceritakan padanya mengenai perasaan Anda saat ini. Namun jika tidak, tuliskan berbagai perasaan yang dirasakan mengenai trauma masa kecil Anda.

Tuliskan peristiwa apa yang menjadi pemicu awalnya dan bagaimana reaksi Anda saat itu. Kemudian, tuliskan pula apa yang Anda rasakan saat ini. Jangan berpikir bahwa hal ini tak ada gunanya. Meski terlihat sepele, berbagi cerita dengan berbicara atau menuliskannya menjadi cara efektif untuk mengeluarkan emosi yang selama ini terpendam.

Lepaskan dan buang semuanya

Setelah Anda menceritakan atau menuliskan semua hal yang Ada rasakan, sekarang saatnya Anda melakukan ‘ritual’ untuk melepaskan emosi dari trauma terdahulu. Caranya bisa dengan membakar surat yang baru Anda tulis tadi atau membuang benda yang membuat trauma masa kecil Anda muncul.

Jika Anda merasa cara ini tak membuahkan hasil, mintalah bantuan ahli. Coba ceritakan trauma masa kecil Anda pada psikolog atau terapis ahli untuk dicari tahu cara penanganan yang paling tepat. (hil/ifa)

About The Author

  • Penulis: BNews 3

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less