Ada Batu Nisan Sepanjang 7 Meter, ini 4 Patilisan Di Puncak Gunung Tidar Magelang
- calendar_month Rab, 2 Nov 2022

4 Patilasan Makam di Puncak Gunung Tidar Magelang
BNews–MAGELANG– Kebun Raya Gunung Tidar yang berada di tengan Kota Magelang, Jawa Tengah, tidak hanya jadi tempaat wisata alam.
Gunung Tidar ternyata juga menjadi tujuan wisata budaya dan spiritual. Bahkan, peziarah banyak yang berasal dari luar daerah.
Itu karena terdapat beberapa maqom atau petilasan (tempat singgah) tokoh terkenal zaman dahulu.
Tidak hanya ada satu petilasan di Gunung Tidar Magelang. Menurut laman Kebun Raya Gunung Tidar, ada 4 petilasan, yakni sebagai berikut:
1. Petilasan Syekh Subakir

Petilasan Syekh Subakir adalah maqom pertama yang akan ditemui pengunjung Gunung Tidar Magelang.
Lokasinya tepat berada di samping jalan tangga menuju puncak. Di sekitarnya, terdapat warung makan dan mushala.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Dikutip dari Kompas.com, Kamis (17/3/2022), Syekh Subakir adalah leluhur sekaligus penyebar agama Islam di Jawa. Ia berasal dari Persia.
2. Petilasan Kyai Sepanjang

Terus berjalan ke arah puncak dari Petilasan Syekh Subakir, pengunjung akan menemukan Petilasan Kyai Sepanjang.
Keunikan dari petilasan Kyai Sepanjang adalah, terdapat batu nisan yang panjangnya mencapai 7 meter.
Kyai Sepanjang adalah senjata tombak milik Syekh Subakir.
3. Pangeran Purbaya

Petilasan Pangeran Purbaya berada di kawasan Puncak Gunung Tidar, tepatnya bawah pohon beringin besar.
Pangeran Purbaya adalah anak Panembahan Senopati (Sultan Mataram Islam).
Ia ditugaskan ayahnya untuk membuka Hutan Kedu. Konon dalam tugasnya itu, ia harus melawan jin penguasa hutan itu.
4. Eyang Semar

Lokasi Petilasan Eyang Semar berada di sebelah selatan dari Gardu Pandang Taman Elang Jawa. Terdapat bangunan seperti tumpeng berwarna kuning di petilasan ini.
Adapun sosok Semar merupakan salah satu tokoh pewayangan. Namun banyak yang mempercayai juga bahwa Eyang Semar merupakan jin penguasa Gunung Tidar. (*)
About The Author
- Penulis: Marisa Oktavani



Saat ini belum ada komentar