Ahmad Luthfi Sebut Jateng ‘Minimarket’ Bencana, PMI Diminta Bergerak Cepat Hadapi Darurat
- calendar_month 25 menit yang lalu

Sebut Jateng 'Minimarket' Bencana, Gubernur Luthfi Dorong Respons Cepat PMI
BNews—JATENG— Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Tengah meningkatkan kecepatan respons dalam penanganan bencana. Hal itu mengingat Jawa Tengah merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi, mulai dari banjir, rob, tanah longsor, erupsi gunung api, hingga kekeringan.
Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat menghadiri pelantikan Pengurus PMI Provinsi Jawa Tengah masa bakti 2026–2031, Jumat (31/7/2026).
“Jawa Tengah merupakan ‘minimarket’ bencana, mulai dari banjir, rob, tanah longsor, gunung meletus, dan lain sebagainya. Maka, tugas Palang Merah Indonesia adalah sebagai backbone (tulang punggung) untuk kegiatan kemanusiaan dan penanganan bencana di wilayah kita,” kata Luthfi.
Ahmad Luthfi Dilantik sebagai Pelindung PMI Jawa Tengah
Dalam pelantikan tersebut, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla melantik Ahmad Luthfi sebagai Pelindung PMI Provinsi Jawa Tengah. Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dilantik sebagai Ketua Dewan Kehormatan PMI Jawa Tengah.
Adapun anggota DPR RI Haryanto resmi dilantik sebagai Ketua PMI Provinsi Jawa Tengah periode 2026–2031 bersama jajaran pengurus lainnya.
PMI Diminta Siaga dan Respons Cepat Hadapi Bencana
Ahmad Luthfi menegaskan, peran PMI tidak hanya sebatas pelayanan donor darah. Menurutnya, organisasi kemanusiaan tersebut harus selalu hadir dalam berbagai situasi darurat, mulai dari mendirikan dapur umum, memberikan pertolongan pertama, hingga membantu masyarakat terdampak bencana.
Ia berharap kepengurusan baru PMI Jawa Tengah mampu menghadirkan sistem penanganan bencana yang lebih cepat dan efektif.
“Dengan pengurus baru ini, diharapkan nanti kita melakukan quick response atau penanganan cepat. Jadi, dalam penanganan awal terkait bencana, PMI harus hadir,” ujarnya.
Selain itu, Luthfi juga mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam penanganan kebencanaan, mulai dari tahap prabencana, saat terjadi bencana, hingga masa pemulihan pascabencana.
Menurutnya, selama ini PMI Jawa Tengah telah menjadi salah satu mitra strategis pemerintah dalam menjalankan berbagai misi kemanusiaan.
Jusuf Kalla: PMI Harus Siaga 24 Jam
Ketua Umum PMI Jusuf Kalla menegaskan bahwa tugas utama PMI adalah mengurangi penderitaan masyarakat akibat bencana alam maupun bencana nonalam. Karena itu, seluruh jajaran PMI harus selalu siap siaga setiap saat.
“PMI tidak mempunyai kantor, tetapi mempunyai markas. Markas itu seperti markas polisi, kita siap 24 jam kalau ada apa-apa. PMI siap membantu masyarakat kapan pun kejadiannya,” ujar Jusuf Kalla.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan menjadi faktor penting karena Indonesia merupakan negara yang berada di kawasan rawan bencana. Oleh sebab itu, relawan PMI harus dibekali pelatihan yang memadai serta didukung logistik dan peralatan yang cukup.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Jusuf Kalla juga mengingatkan bahwa keberhasilan tugas kemanusiaan PMI sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat, pemerintah, maupun dunia usaha.
“Ada tangan di atas yang membantu, ada tangan di bawah yang menerima bantuan, dan kita berada di tengah. Hal itu hanya bisa terjadi kalau ada kepercayaan, baik dari masyarakat maupun pemerintah,” jelasnya.
PMI Siapkan Ratusan Truk Tangki Hadapi Kekeringan
Menanggapi ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino, Jusuf Kalla mengatakan dampaknya tidak hanya mengganggu sektor pertanian, tetapi juga menyebabkan masyarakat kesulitan memperoleh air bersih.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, PMI telah menyiapkan sekitar 200 truk tangki air yang siap disalurkan ke berbagai daerah terdampak di Indonesia.
PMI Jawa Tengah Sudah Salurkan 2,2 Juta Liter Air Bersih
Ketua PMI Provinsi Jawa Tengah Haryanto melaporkan, operasi kemanusiaan dalam penanganan kekeringan telah dilaksanakan di 14 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Sebanyak 2,2 juta liter air bersih telah didistribusikan melalui 433 kali pengiriman menggunakan 18 unit truk tangki.
Bantuan tersebut telah menjangkau 88 desa di 48 kecamatan dengan total penerima manfaat mencapai 109.317 jiwa.
Meski demikian, Haryanto mengakui distribusi air bersih masih menghadapi kendala karena belum seluruh PMI kabupaten/kota memiliki armada truk tangki.
“Setelah dilantik, kami bersama pengurus akan melaksanakan tugas pengabdian kemanusiaan, bersinergi dengan pemerintah daerah untuk membantu program-program di bidang kebencanaan, sosial, kesehatan, pembinaan generasi muda maupun relawan, dan pemenuhan kebutuhan dasar,” kata Haryanto.
Pelantikan pengurus PMI Provinsi Jawa Tengah tersebut turut dihadiri jajaran pengurus PMI Pusat, Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo, Ketua PMI Daerah Istimewa Yogyakarta Gusti Prabu Kusumo, Ketua PMI Jawa Barat Adang Rohjana, Wakil Ketua PMI DKI Jakarta Eko Wicaksono, serta perwakilan PMI Provinsi Banten. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar