Akhir Penantian 21 Tahun, Keluarga PMI Asal Temanggung Diizinkan Jenguk Korban Penyiksaan di Malaysia
- calendar_month Ming, 7 Des 2025

Ricky Alvian, anak TKI Ibu Seni saat berpamitan dengan Bupati Temanggung Agus Setyawan, sebelum berangkat menuju Malaysia
BNEWS—JATENG— Penantian panjang keluarga untuk bertemu langsung dengan Seni (47), Pekerja Migran Indonesia (PMI); asal Dusun Letih, Desa Mergowati, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung; yang diduga mengalami penyiksaan oleh majikannya di Malaysia selama 21 tahun; akhirnya menunjukkan titik terang.
Dengan paspor yang telah difasilitasi Pemerintah Kabupaten Temanggung, putra Seni, Ricky Alvian, bersama keponakan bernama Lilin Triyanah, bertolak ke Malaysia melalui Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo pada Sabtu (6/12).
Bupati Temanggung, Agus Setyawan, mengatakan keberangkatan Ricky dan Lilin dilakukan setelah adanya informasi resmi dari Kedutaan Besar Malaysia yang mengizinkan pihak keluarga untuk menjenguk korban.
Sebagai bentuk dukungan moral, istri Bupati Temanggung, Panca Dewi, turut mendampingi perjalanan tersebut dengan biaya pribadi.
“Rabu, 3 Desember 2025 kemarin, Kedutaan Besar Malaysia memberikan kabar bahwa Ibu Seni sudah boleh dijenguk puteranya. Setelah seluruh dokumen persyaratan selesai, kami fasilitasi keberangkatan pihak keluarga. Istri saya ikut mendampingi dengan biaya sendiri karena izin keluar negeri saya tidak keluar,” jelas Agus.
Agus berharap momen pertemuan ini dapat menjadi pengobat rindu setelah puluhan tahun keluarga terpisah.
“Semoga pertemuan antara Ibu Seni dan keluarga dapat membuka kembali memori lama, karena sudah 21 tahun lamanya mereka tidak pernah bertemu,” ujarnya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Sementara itu, Ricky Alvian mengaku sangat bahagia sekaligus terharu karena akhirnya memiliki kesempatan untuk bertemu kembali dengan sang ibu setelah puluhan tahun berpisah.
Ia juga berharap proses hukum atas kasus yang menimpa ibunya dapat segera selesai, sehingga Seni dapat segera kembali berkumpul bersama keluarga di Temanggung.
“Meski beberapa kali masih sempat berkomunikasi, saya tetap merasa sedikit canggung kalau nanti bertemu langsung dengan Ibuk. Apalagi sudah 21 tahun tidak berjumpa. Semoga semuanya berjalan lancar,” ungkapnya. (*)
About The Author
- Penulis: Pemela



Saat ini belum ada komentar