Aktivitas Merapi Alami Peningkatan, 77 Guguran dan 57 Hembusan Dalam Sehari

BNews–JOGJA– AKtivitasi gunung merapi mengalami peningkatan kemarin, Selasa (27/10/2020). Dalam sehari BPPTKG Jogjakarta mencatat adanya peningkatan aktivitas Gunung Merapi dalam sehari.

Peningkatan tersebut berupa 77 guguran per pukul 18.00 (27/10/2020). Selain itu juga tercatat adanya 57 aktivitas hembusan dalam rentang waktu yang sama. Dua aktivitas guguran sempat terpantau CCTV, tepatnya pukul 18.49 dan 19.10 WIB.

Kepala BPPTKG Jogjakarta Hanik Humaida membenarkan adanya aktivitas tersebut. Seluruhnya tercatat dalam seismograf di kantor BPPTKG dan setiap pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM). Hanya kondisi visual tak terpantau jelas.

“Sejak sore Gunung Merapi tertutup kabut. Kami belum dapat memastikan sumber dan penyebab guguran. Tapi benar ada aktivitas itu (guguran dan hembusan),” jelas Kepala BPPTKG Jogjakarta Hanik Humaida, Selasa malam (27/10).

Berdasarkan laporan tertulis BPPTKG ada sejumlah aktivitas. Salah satunya terjadi penambahan aliran air hujan di kali Gendol dan kali Kuning. Ini karena kawasan puncak Gunung Merapi diguyur hujan dari pagi hingga siang hari.

Hanik meminta agar warga tak bijak menyikapi. Termasuk untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak Merapi. Selain itu juga mengantisipasi bahaya abu vulkanik dari kejadian awan panas maupun letusan eksplosif.

Bahaya lain adalah bahaya lahar dingin, terutama saat terjadi hujan di sekitar puncak Gunung Merapi. Potensi ancaman utama adalah luncuran awan panas. Terjadi akibat runtuhnya kubah lava.

Loading...

“Status masih level II atau waspada,” tegasnya.

“Untuk potensi ancaman bahaya saat ini berupa luncuran awan panas dari runtuhnya kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif,” pungkasnya. (*/jar)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: