Ampun Bang Jago! Pelajar Mabuk Bersajam Cium Aspal Usai Dikejar Warga

BNews—JOGJAKARTA— Seorang pelajar yang sok jagoan, AZ, 15, harus pasrah saat berhasil ditangkap warga lantaran ugal-ugalan mengendarai sepeda motor. Saat ditangkap, pelajar asal Sewon, Bantul, Jogjakarta ini diketahui dalam kondisi mabuk. Saat digeledah, dirinya ternyata juga membawa senjata tajam (sajam) berupa gir motor yang telah dimodifikasi.

Kapolsek Mlati Kompol Hariyanto melalui Kanit Reskrim Iptu Noor Dwi Cahyanto mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di Mlati, Sleman, akhir pekan lalu. Pelaku diamankan sekitar pukul 02.00 WIB.

”Saat diamankan, AZ berboncengan bersama dua orang temannya,” kata Dwi, Selasa (22/12).

”Warga mengamankan dan menemukan gir. Gir itu punya AZ. Sedang dua orang temannya sebagai saksi. Terhadap AZ tidak dilakukan penahanan karena masih bawah umur. Tapi diproses sesuai peradilan anak,” ucapnya.

Ia menjelaskan, kronologi bermula saat AZ bersama dua temannya melintas di Jalan Demak Ijo, Godean, Sleman. Warga curiga dengan pengendara tersebut. Pasalnya AZ mengendarai sepeda motor dengan ugal-ugalan dengan berkendara secara zig zag.

Warga kemudian melakukan pengejaran. Sesampainya di Dusun Jetis, Sinduadi, Mlati, motor yang dikendarai AZ justru terjatuh. Warga kemudian melakukan penangkapan. Setelah diperiksa, ditemukan gir yang diikat tali.

”Saat berjalan zig-zag itu, pelaku sempat ditegur warga. Tetapi justru tancap gas sebelum akhirnya terjatuh. Saat digeledah ditemukan gir diikat tali di jok motor,” jelasnya.

Oleh warga, pelaku selanjutnya diserahkan ke Polsek Mlati guna proses hukum lebih lanjut. Kepada petugas, AZ mengaku senjata tersebut digunakan untuk berjaga-jaga diri dari serangan orang yang tidak dikenal.

”Pengakuanya untuk jaga-jaga. Tapi saat ditangkap pelaku ini dalam pengaruh minuman alkohol. Pelaku dijerat Pasal 2 ayat 1 UU Darurat No 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman sepuluh tahun penjara,” katanya.

Guna menghindari hal serupa, pihaknya mengimbau orang tua untuk mengawasi anak-anaknya. ”Kalau waktunya pulang, tapi belum pulang, harus dicari. Jangan sampai hal yang tidak diinginkan terjadi,” imbau Dwi. (han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: