Apakah Bisa Menentukan Jenis Kelamin Bayi Saat Program Hamil?

BNews–KESEHATAN– Setelah menikah, pasang suami istri baru ini pasti memikirkan akan mendapatkan momongannya dalam program hamil. Dan tak sedikit pasangan menginginkan kelahiran anak berjenis kelamin tertentu.

Sebenarnya bisa enggak sih menentukan jenis kelamin bayi?. Nah, Simak ulasannuya di tips kesehatan kali ini.

Memiliki buah hati merupakan dambaan sebagian besar pasangan suami istri (pasutri). Namun tak jarang pasutri menginginkan bayi dengan jenis kelamin tertentu.

Misalnya pasutri yang telah dikaruniai anak perempuan, tak jarang berharap anak keduanya berjenis kelamin laki-laki atau sebaliknya. Nah, bisakah kita dari awal menentukan jenis kelamin bayi?

Namun sekarang pertanyaannya, apakah bisa jenis kelamin laki-laki dan perempuan direkayasa saat program kehamilan atau promil dilakukan? Apakah benar berhubungan intim pada hari ke-10 saat masa subuhr, berpotensi melahirkan jenis kelamin tertentu, perempuan misalnya.

Dokter spesialis kandungan dari RSPI IVF Center, Aida Riyanti, menjelaskan bahwa sperma memainkan peranan untuk menentukan jenis kelamin buah hati yang dikandung. Itu karena sudah diketahui bahwa sperma memiliki kromoson X dan Y, sementara sel telur hanya membawa kromoson X.

Jadi, jika sel telur dibuahi oleh sperma pembawa kromosom X maka hasilnya wanita akan mengandung bayi perempuan dan sebaliknya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

dr. Aida juga menjelaskan pada tahun 1960an, Dr. Landrum Shettles mengembangkan metode Shettles mengenai sperma X dan Y untuk membantu menentukan jenis kelamin bayi. Seperti dikutip liputan 6.

Dari hasil penelitian itu diketahui memang ada faktor yang mempengaruhi wanita hamil bayi perempuan atau laki-laki. Dengan menggunakan metode Shettles, pasangan dianjurkan untuk berhubungan seksual berdasarkan ovulasi atau masa subur.

Jadi misalnya, jika ingin memiliki anak perempuan, disarankan untuk berhubungan seksual dua sampai tiga hari sebelum ovulasi. Sementara jika mengidamkan anak laki-laki, disarankan berhubungan seksual sedekat mungkin dengan masa ovulasi.

Hasil penelitian itu bukan tanpa alasan, dalam penelitian Landrum Shettles diketahui bahwa sperma pembawa kromosom X bentuknya jauh lebih lambat dari pergerakkannya. Sementara sperma pembawa kromosom Y bentuknya lebih ringan, sehingga bisa berlari lebih cepat.

Selain itu, untuk meningkatkan akurasi jenis kelamin bayi yang dikandung laki-laki atau perempuan, bisa juga dilakukan dengan pemeriksaan Preimplantation Genetic Testing (PGT) atau pemeriksaan sperm microscope untuk menyeleksi sperma mana yang menunjukkan pembawa kromosom X atau Y. (*/Lp6)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: