Apel Watoe Art Gallery Borobudur Gelar Pameran Lukisan “Small Think, Great Meaning”

BNews–MAGELANG– Puluhan karya seni rupa atau lukisan terpajang dalam pameran di Padepokan Apel Watoe Borobudur Magelang. Acara kali dihelat bernama  ekshibisi karya rupa bertajuk “small Thing, GREAT Meaning #4: OFFERINGS”.

Ekshibisi lukisan dan instalasi berdimensi kecil tapi menawarkan makna yang besar. Bertempat di Apel Watoe Contemporary Art Gallery, Kecamatan Borobudur; pameran tersebut berlangsung mulai 22 Desember 2021 hingga 22 Januari 2022.

Deddy PAW, sahibulbait  Padepokan Apel Watoe, menuturkan pamerannya diikuti 42 perupa, dua di antaranya Abu Jalal Sarimon asal Singapura dan Amin Taasha dari Afghanistan. Perupa lain datang dari beberapa wilayah di Indonesia, seperti Magelang, Yogyakarta, Surabaya, dan Semarang.

Deddy sendiri memamerkan dua karya. Lukisan semacam sulur tanaman berpadu dengan figur apel berbahan alumunium bertitel “Special for You #2” (2021).

Dan, “Rawe-rawe Rantas, Malang-malang Putung” (2021), karya instalasi berupa Pangeran Diponegoro. Dan sambil menjawat keris di tangan kanan dan tasbih di tangan kiri, dan buah apel yang terbelah empat bagian.

Kebanyakan karya yang dipamerkan ialah lukisan. Macam Nunung WS dengan lukisan abstraknya, “Silakan Lepas Sandal” (2021); dan “Kenduri” (2021) dan lukisan potret Ratu Majapahit “Tri Buana Tungga Dewi” (2021) garapan Putu Sutawijaya.

Deddy menyebut ada sekitar 87 karya rupa yang terpamerkan. Tak ada tema khusus yang menyatukan semua itu. Hanya saja, perupa ditantang membikin karya berdimensi kecil tapi menawarkan makna yang besar. Sesuai dengan tajuk pameran ini.

“Pameran ini juga sebagai tempat seniman Magelang belajar dan bertukar pengalaman. Karena sebenarnya banyak seniman lokal yang belajar autodidak dan karyanya bagus-bagus, sayang kalau diabaikan,” paparnya.

Dia menambahkan ekshibisi kolektif ini merupakan agenda rutin jelang akhir tahun dan sekarang masuk tahun keempat. Hanya pada 2020 pameran ditiadakan lantaran pengetatan aktivitas sosial masyarakat akibat pandemi Covid-19.

“Pameran seni rupa ini adalah agenda tahunan, tahun ini yang keempat kalinya karena di 2020 terhalang pandemi,” ujar dia. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: