Awal Tahun 2024, Harga Sembako di Pasar Magelang Alami Kenaikan
- calendar_month Kam, 4 Jan 2024

MANIS: Pedagang sembako dengan gula pasir yang dijualnya. (Foto: Istimewa)
BNews-MAGELANG- Tahun 2024 dimulai dengan naiknya harga kebutuhan pokok di Kota Magelang, terutama di Pasar Rejowinangun yang menjadi tempat penjualan bahan pangan utama seperti Sembilan Bahan Pokok (Sembako).
Kenaikan harga ini disebabkan oleh tingginya permintaan pasar yang terus meningkat dari konsumen. Namun, kenaikan tersebut tidak sebanding dengan produksi bahan pokok yang terbatas dibanding jumlah permintaan dari pasar.
Salah seorang pemilik toko Sembako di Pasar Rejowinangun, Yuli (38), menjelaskan bahwa ia terpaksa menaikkan harga beras; karena beberapa pemasok berasnya dari Yogyakarta juga menaikkan harga mereka akibat tingginya permintaan pasar yang melebihi stok produksi mereka.
“Di sini, harga beras mulai naik tinggi, mencapai Rp 13.500 – Rp 16.000/kg. Demikian juga dengan minyak yang mengalami kenaikan ribuan rupiah per liter. Harga beras naik sekitar Rp 500 per kilogram, dan harga cabai, bawang putih; dan bawang merah juga mengalami kenaikan bersamaan,” kata Yuli saat dijumpai pada Rabu (3/1).
Menurutnya, kenaikan harga ini terjadi menjelang tahun 2024 dan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Meski begitu, Yuli menganggap kenaikan ini memberikan sedikit kesulitan bagi masyarakat kecil yang sangat membutuhkan beras sebagai bahan pangan utama mereka. Terkadang, masyarakat kecil hanya bisa membeli beras dalam jumlah yang sedikit ketika harga naik seperti saat ini.
“Kadang-kadang ada pelanggan yang hanya membeli 1,5/kg beras saja. Harga-harga tahun ini lebih mahal dibandingkan tahun lalu, misalnya beras tahun 2023 hanya bisa dijual dengan harga Rp 10.000/kg saja. Itulah mengapa kami sebagai pedagang kesulitan mencari pemasok yang bisa menyediakan jumlah produksi yang cukup dan stok beras yang cukup,” ujarnya.
Pedagang Sembako lainnya di Pasar Kebonpolo juga menghadapi masalah yang sama. Eny (67) selaku pedagang Sembako menjelaskan; bahwa kenaikan harga bahan pokok ini disebabkan oleh tingginya permintaan konsumen yang tidak sebanding; dengan stok produksi dari pemasok mereka, baik dari Yogyakarta maupun Sawangan, bahkan mereka harus mencari pemasok beras dari Solo.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Eny juga mengatakan bahwa pemerintah harus lebih memperhatikan masyarakat dan membuat kebijakan terkait dengan kenaikan signifikan harga bahan pokok tahun ini.
“Bukan hanya beras, tetapi juga gula pasir, ketan, minyak mengalami kenaikan harga yang sama di tahun baru. Sebagai pedagang, kami sulit mencari pemasok dengan harga yang lebih wajar.
Tahun ini berbeda dengan tahun-tahun selama pandemi, di mana harga-harga bahan pokok lebih stabil. Kami berharap pemerintah dapat membuat kebijakan yang dapat mengendalikan harga bahan pokok yang mempengaruhi pasar. “Saya juga sering mendengar bahwa bantuan bahan pokok dari pemerintah tidak tepat sasaran, bahkan masyarakat menjual; kembali bantuan sembako tersebut untuk keuntungan mereka sendiri,” jelas Eny. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 7




Saat ini belum ada komentar