Awas, Jangan Tanyakan Kapan Nikah Saat Lebaran

BNews—MUNGKID—Setelah melaksanakan puasa Ramadan sebulan penuh, tiba saatnya masyarakat muslim merayakan kemenangan. Menjadi tradisi tahunan momen Idul Fitri dimanfaatkan untuk berkumpul bersama sanak saudara.

Saat bertemu, tidak jarang akan ada banyak pertanyaan yang harus dihadapi. Mulai dari hal umum hingga personal. Dari basa basi, sederhana hingga serius untuk dijawab.

Salah satu pertanyaan yang terkesan biasa namun dianggap sensitif dalam masyarakat Indonesia adalah ’kapan nikah’. Bahkan tidak sedikit orang yang melontarkan kalimat tersebut harus berakhir dengan meregang nyawa.

Seperti awal tahun 2018, seorang pemuda di Garut, Jawa Barat tega menghabisi tetangganya yang hamil delapan bulan. Pelaku kesal lantaran sering ditanya kapan kawin oleh korban. Dan terbaru, pria Minahasa nekat menebas kepala teman sekampung dengan parang karena tersinggung dengan pertanyaan kapan anaknya akan menikah.

Julvia Whimi Twi Yoga Rendra mengatakan, pertanyaan kapan nikah dapat dianalisis dengan social comparison theory atau teori perbandingan sosial. Dimana konsep diri seseorang akan terbentuk ketika ia membandingkan diri dengan orang lain.

”Harga diri rendah terbentuk setelah kita membandingkan diri dengan orang yang kondisi lebih baik. Begitu sebaliknya,” kata mahasiswi jurusan Psikologi yang tengah menempuh magister di Universitas Airlangga Surabaya itu.

Julvia mengungkapkan, seseorang akan mendapatkan reaksi lebih baik bila pertanyaan kapan nikah diutarakan atas dasar empati. Namun akan berbahaya seperti menyebabkan depresi, bunuh diri, menimbulkan kekerasan bila seseorang yang menerima pertanyaan dalam keadaan mental tidak sehat.

”Sebaiknya kita lebih berhati-hati dengan tidak menanyakan yang sifatnya personal. Sebab, sering kali orang yang depresi tidak menunjukkan dirinya sedang ada masalah,” pesan ibu satu anak itu kepada Borobudur News, Rabu (5/6).

Ia menyarankan, bagi seseorang yang masih lajang untuk menanggapi pertanyaan tersebut dengan santai. Bahkan, nilai positif seseorang asik menjomblo adalah bisa lebih fokus pada hal lain.

”Jadi, ya, nikmati saja. Sebab ketika kita nyaman dengan diri kita sendiri, kita lebih sadar dan bisa menerima pertanyaan-pertanyaan seperti itu,” pungkasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: