Bacaan Doa Pendek Dan Panjang Pagi Hari Bagi Umat Muslim

BNews–MAGELANG– Memulai pagi hari ialah sesuatu yang patut disyukuri dan dinikati pada hari tersebut. Membaca doa sangat penting saat memulai aktivitas harian.

Berikut bacaan doa di pagi hari yang sesyai dengan tuntutan Rosulullah SAW.

Selain membaca doa pagi hari, perlu juga melafalkan beberapa bacaan dzikir agar selalu dalam perlindungan Allah SWT.

Bacaan Doa Pagi Hari Pendek

“Allahumma bika ashbahna, wa bika amsaina, wa bika nahya, wa bika namutu, wa ilaikan nusyuru.”

Artinya:

“Ya Allah, dengan-Mu aku menjalani pagi hari, dengan-Mu aku menjalani sore hari, dengan-Mu aku hidup, dengan-Mu aku mati. Hanya kepada-Mu aku kembali.” (HR Abu Dawud, At-Turmudzi, Ibnu Majah).

Bacaan Doa Pagi Hari Panjang

“Ashbahnà wa ashbahal mulku lillàhi wal hamdu lillàhi, là ilàha illallàhu wahdah là syarka lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alà kulli syai‘in qadr,”

“Rabbi, as’aluka khaira mà f hàdzihil lailata wa khaira mà ba‘dahà, wa a‘dzu bika min syarri mà f hàdzihil lailata wa khaira mà ba‘dahà,”

“Rabbi, a‘dzu bika minal kasli wa s’il kibari. A‘dzu bika min ‘adzàbin fin nàri wa ‘adzàbin dil qabri,”

Artinya:

“Kami dan kuasa-Mu menjalani pagi hari. Segala puji bagi-Mu. Tiada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kuasa dan puji. Allah yang menguasai atas segala sesuatu.

“Tuhanku, aku memohon kepada-Mu kebaikan malam ini dan malam sesudahnya. Aku memohon perlindungan-Mu kejahatan malam ini dan malam sesudahnya,”

“Tuhanku, aku memohon perlindungan-Mu dari kemalasan dan kedaifan masa tua. Aku memohon perlindungan-Mu dari siksa neraka dan siksa kubur,” (Imam An-Nawawi, Al-Adzkar),”

Setelah itu, dapat membaca ayat kursi sebagai bacaan doa di pagi hari.

“Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’ wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim.”

Artinya:

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak atau boleh disembah), melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Yang tidak mengantuk dan tidak juga tertidur. Kepunyaan-Nya adalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya.”

“Sesungguhnya Allah SWT maha mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya,”

“Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha tinggi lagi maha besar.” (Surat Al-Baqarah ayat 255),”. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: