KEREN !!! Wanita Anak Buruh ini Jadi Lulusan Doktor Termuda IPB

BNews–JATENG– Sebuah kisah inspiratif datang dari seorang wanita berusia 25 tahun asal Sragen, Jawa Tengah ini. Ini membuktikan dirinya menjadi lulusan termuda program doktor IPB.

Wanita brilian itu bernama Nitya Ade Santi yang tinggal di Kecamatan Sambirejo. Anak kedua dari pasangan Purwoto dan Sriyanti itu mengambil program doktoral ilmu pengelolaan hutan di Institut Pertanian Bogor (IPB)

Sebelum menjadi lulusan termuda program doktor IPB, wanita cerdas itu menempuh pendidikan jenjang SD hingga SMA di Sragen. Dia tercatat sebagai alumnus SDN Jetis 2 Sragen, SMPN 1 Sragen, dan SMAN 2 Sragen.

Nitya masuk SD saat usianya masih 5 tahun dan lulus di usia 11 tahun. Ia kemudian mengambil kelas akselerasi di SMPN 1 Sragen dan lulus di usia 13 tahun.

Dia pun melanjutkan pendidikan di SMAN 2 Sragen dan tamat saat usianya masih 16 tahun. Kemudian dia melanjutkan kuliah di program studi S1 Manajemen Hutan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan lulus di usia 20 tahun.

Bagi wanita asal Sragen itu, melanjutkan kuliah dan menjadi lulusan doktor termuda IPB adalah hal yang agak mustahil. Sebab, orang tuanya bekerja sebagai guru SD dan buruh pabrik.

“Kalau dipikir agak mustahil ya, anak guru SD sama buruh pabrik bisa jadi doktor dan lulus S3. Tapi ya karena doa beliau [orang tua], dipermudah prosesnya, dapat beasiswa,” kata Nitya dikutip solopos.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Pendidikan jenjang S1 hingga S3 dia tempuh melalui jalur beasiswa. Dia mendapatkan beasiswa dari Toronto Foundation, Beasiswa Pendidikan Magister Menuju Doktor Untuk Sarjana Unggul (PMDSU) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, dan Beasiswa Erasmus Mundus Keyaction saat menempuh pendidikan S3.

Nitya mengambil pendidikan S2 dan S3 di kampus dan jurusan yang sama. Dia juga sempat mengikuti pendidikan singkat di University of Gottingen Jerman. Sampai akhirnya wanita asal Sragen itu diwisuda menjadi lulusan termuda program doktor IPB pada 2022.

Ia kini menjadi tenaga ahli Indonesia Forestry and Other Land Use (FoLU) Net Sink di bawah naungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Nitya menekuni bidang Geographic Informatioan System (GIS), Remote Sensing, Perencanaan Hutan, serta Pemantauan dan Inventarisasi Hutan.

Doktor termuda IPB asal Sragen itu juga berpengalaman sebagai asisten profesor dalam mengampu mata kuliah Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Pengelolaan Sumber Daya Hutan, Analisis Citra Digital untuk Pengelolaan Sumber Daya Hutan, Perencanaan Hutan, Pengambilan Keputusan untuk Kehutanan. (*/solopos)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!