Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Bangunan Ambruk Tewaskan 67 Santri, Polisi Resmi Naikkan Kasus Ponpes Al-Khoziny ke Penyidikan!

Bangunan Ambruk Tewaskan 67 Santri, Polisi Resmi Naikkan Kasus Ponpes Al-Khoziny ke Penyidikan!

  • calendar_month Kam, 9 Okt 2025

BNews–SIDOARJO– Penyelidikan kasus runtuhnya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny) di Sidoarjo, Jawa Timur, resmi naik ke tahap penyidikan.

Namun hingga kini, pihak kepolisian belum menetapkan siapa pun sebagai tersangka dalam tragedi yang menewaskan puluhan santri tersebut.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast mengatakan, peningkatan status perkara dilakukan setelah tim gabungan dari Ditreskrimum, Polresta Sidoarjo, dan Ditreskrimsus Polda Jatim melakukan serangkaian pemeriksaan serta memanggil sejumlah saksi.

“Kami dari Polda Jatim telah melakukan gelar perkara per kemarin (8/10/2025), kemudian hasilnya untuk sejak kemarin juga ada peningkatan status dari penyelidikan ke penyidikan,” kata Abast saat konferensi pers di RS Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya, Kamis (9/10/2025).

Abast menjelaskan, setelah naik ke tahap penyidikan, penyidik akan kembali memanggil para saksi untuk dimintai keterangan tambahan. Mereka yang dinilai memenuhi unsur pidana akan diperiksa lebih lanjut, termasuk dengan meminta pendapat dari ahli konstruksi dan hukum.

“Oleh karena itu maka kami secepatnya juga akan mulai proses pemanggilan saksi, meminta keterangan ahli, nanti menjadi proses keterangan ahli dan menjadi satu alat bukti untuk pembuktian peristiwa pidana,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemanggilan saksi bisa dilakukan berulang kali sesuai kebutuhan penyidikan, terutama terhadap mereka yang sebelumnya telah diperiksa di tahap penyelidikan.

“Terkait dengan itu, tentu nanti ada yang perlu kami dalami. Proses bisa berulang, kami lakukan pemanggilan karena di awal proses penyelidikan sejak awal kejadian yaitu setelah 29 September dibentuk tim gabungan yang langsung bekerja melakukan penyelidikan di awal dan meminta keterangan 17 saksi. Dari 17 ini mana yang perlu didalami nanti akan melakukan pemanggilan awal, tergantung kebutuhan dari penyidikan,” jelasnya.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Sebagaimana diketahui, bangunan empat lantai musala Ponpes Al-Khoziny ambruk pada Senin (29/9/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat kejadian, ratusan santri tengah melaksanakan salat asar dan tertimbun reruntuhan bangunan.

Berdasarkan data dari Basarnas, selama sembilan hari proses evakuasi, 171 orang berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 67 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 104 lainnya selamat.

Tragedi ini menjadi perhatian nasional dan mendorong pemerintah untuk melakukan audit bangunan pendidikan berbasis pesantren di seluruh Jawa Timur guna mencegah kejadian serupa terulang. (*)

About The Author

  • Penulis: Purba Ronald

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less