Ternyata Ini Alasan Bus Pariwisata Tak Matikan Mesin Saat Parkir

BNews—NASIONAL— Pernah mengikuti wisata dengan menaiki bus? Pasti hampir semua orang pernah menjalaninya.

Setiap kali berhenti di suatu tempat misalkan makan, mampir ke toko oleh oleh atau berkunjung, bus jarang sekali dimatikan.

Pun demikian saat bus mengisi bahan bakar solar. Ternyata hal itu ada berbagai alasannya.

Ada 2 hal yang mendasarinya. Pertama menyangkut kenyamanan penumpang dan lainnya lebih ke teknis mesin Diesel bus.


“Sebenarnya tergantung kebutuhan bisa dimatikan atau tidak, kalau bus pariwisata mesinnya dimatikan nanti penumpangnya protes supaya dari sisi kenyamanan supaya AC tetap hidup,” papar Technical Training & Support Center Dept. Head PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) Suyadi seperti dikutip kumpran.

Kemudian bicara teknis, mesin Diesel bus butuh standar operasional khusus. Terlebih ketika hendak mematikan dan menghidupkan mesin.

Haram hukumnya manakala pengemudi menstarter mesin kemudian menjalankan bus, atau sesudah parkir langsung mematikan mesin. Dampaknya bisa buruk terhadap durabilitas mesin.

“Komponen mesin bisa macet, turbo juga kena (rusak),” imbuhnya.

Hidup atau matikan mesin bus tak boleh sembarangan Sebab kerja mesin Diesel yang optimal membutuhkan kompresi dan suhu yang tinggi.

Umpama suplai udara dan panas kurang mengakibatkan kerja turbo tidak maksimal seperti akselerasi melambat. “Makanya kalau mesin bus dihidupkan itu butuh proses warming up sekitar 5-10 menit, supaya panas, kan kapasitasnya 9.000 cc jadi butuh pemanasan lebih lama baru bisa jalan,” tambah Suyadi.

“Begitu pun mau matiin, jangan langsung dimatikan tunggu dulu 3-5 menit supaya mesin idle, sampai suhu mesin tidak terlalu panas, baru matikan,” lengkapnya.

Karena proses mematikan dan menghidupkan mesin yang butuh waktu relatif lama itu lah, membuat pengemudi memilih untuk tetap menyalakan mesin bus saat parkir. (her/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: