Bawaslu Mencatat dan Mendengar Dari Kelompok Disabilitas, Ingin Pemilu Kedepan Lebih Baik
- calendar_month Kam, 24 Mar 2022

Sosialisasi Bawaslu Kabupaten Magelang kepada kelompok Disabilitas
BNews–MAGELANG-– Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Magelang terus lakukan langkah persiapan hadapi Pemilu 2024 mendatang. Salah satunya dengan menggelar sosialisasi dengan kelompok disabilitas kemarin (23/3/2022) di Hotel Pondok Tingal Borobudur.
Kegiatan dengan tajuk pemilu inklusif bagi penyandang disabilitas 2024. Dengan menghadirkan peserta dari Forum Disabilitas Magelang, yakni 16 orang dari 11 komunitas yang ada di Kabupaten Magelang.
Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, Habib Shaleh mengatakan pemilu 2019 telah usai dengan segalam bentuk support dari masyarakat. Dan di Kabupaten Magelang peran disabilitas cukup besar.
“Saat Pemilu 2019 kemarin ada dua kawan disabilitas ikut peran serta jadi penyelenggara pemilu. Yakni satu orang jadi Panwas Desa Sengi Kecamatan Dukun dan satu orang PTPS di daerah Candimulyo,” katanya.
Meski demikian, lanjutnya Bawaslu Kabupaten Magelang memiliki banyak catatan dalam pemilu 2019 lalu. Mulai dari DPT, Kampanye, Politik Uang, dan APK.
“Jadi kita belajar dari kekurangan 2019 untuk Pemilu 2024 mendatang agar lebih baik. Termasuk para penyelenggara pemilu yang jatuh sakit bahkan sampai meninggal dunia,” imbuhnya.
Oleh karena itu, kata Habib kali ini pihaknya mengumpulkan perwakilan disabilitas di Kabupaten Magelang untuk lebih turut andil dalam Pemilu 2024 mendatang. “Semua masyarakat berhak memilih dan dipilih dalam Pemilu 2024 yang dilindungi oleh Undang-Undang. Dan untuk kawan-kawan disabilitas juga tentunya, tanpa diskriminasi karena memiliki hal yang sama,” paparnya.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Habib menjelaskan bahwa pihaknya mencatat sebanyak 2460 warga disabilitas dari total DPT dari KPU Kabupaten Magelang sekitar 980 ribu. “Oleh karena itu Bawaslu Kabupaten Magelang memberikan kesempatan seluas-luaskan untuk ikut serta. Tentunya dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan,” jelasnya.
Selain itu, Habib menegaskan bahwa pertemuan tersebut juga menggali ide atau gagasan serta masukan dari kawan-kawan disabilitas dalam pelaksanaan Pemilu. “Ya kali ini Bawaslu mencatat dan mendengar. Kami percaya temen temen Disabilitas punya power dan ide ide bagus. Kami ingin lebih baik dalam penyelenggaraan pemilu kedepan,” tandasnya.
Sementara itu, dihadirkan nara sumber atau pembicara Eka Prastawaw selaku Komisioner KOMNAS Disabilitas Nasional. Ia mengisi materi soal memastikan pemilu inklusif bagi penyandang disabilitas 2024.
Ditanya soal peran disabilitas dalam pemilu, Ia menyampaikan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari perwujudan demokrasi di Indonesia. Dimana mereka juga menentukan masa depan bangsa.
“Partisipasi ini sangat penting dan perlu didorong bersama-sama. Karena penyandang disabilitas merupakan kelompok marjinal yang harus dilakukan upaya-upaya sesuai kebutuhan mereka,” katanya.
Bukan hanya itu saja, Eka juga menjelaskan penyandang disabilitas juga berpartisipasi sebagai pemilih. “Jadi mereka bisa melakukan hak pilihnya tersebut. Hak pili tersebut juga harus diupayakan berdasarkan kemampuan, informasi yang sesuai dengan mereka,” imbuhnya.
Kemudian, lanjutnya partisipasi penyandang disabilitas sebagai penyelanggara pemilu dan calon legeslatif atau DPD. “Inikan partisipasi lebih aktif, dan hal ini juga perlu didorong. Karena hal itu bisa membuktikan mereka melawan stigma atau diskriminasi dengan mereka ikut serta,” paparnya.
Ditanya harapan pada Pemilu 2024 mendatang, Eka menyampaikan bahwa harus lebih memastikan tiap pemilih disabilitas menggunakan hak pilihnya. “Selain itu akses bagi mereka juga harus lebih diperhatikan. Dan untuk penyelengara pemilu dari kawan-kawan disabilitas kedepan lebih banyak, di Kabupaten Magelang tidak hanya dua namun lebih banyak. Dan bagaiman pengetahuan tentang pemilu dan dampaknya lebih dipahami oleh penyandang disabilitas,” harapnya. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar