Begini Nasib Pengikut Sunda Empire di Magelang

BNews–MUNGKID– Setelah ditetapkannya pimpinan Kerajaan Sunda Empire, maka runtuhlah dinasti mereka. Terus bagaimana nasib dengan para pengikutnya yang ternyata menjadi korban penipuan, termasuk yang ada di Kabupaten Magelang.

Di Kabupaten Magelang sendiri terdata sebanyak 11 orang yang tersebar di empat kecamatan. Mereka ada di Kecamatan Windusari 8 orang, Kecamatan Meryotudan 1 orang, Salaman, 1 orang, dan Sawangan 1 orang.

Mereka diketahui mendapatkan pembinaan dari petugas kepolisian setempat. “Jadi totalnya ada sebelas orang, rata-rata usianya di atas 50 tahun,” kata Kapolres Magelang, AKBP Pungky Bhuana Santoso.

Lebih lanjut Pungky menegaskan bahwa mereka saat ini menyatakan telah mundur dari Sunda Empire karena telah tertipu. “Dari hasil interogasi mereka tertarik ikut karena awalnya organisasi itu tersebut menggunakan misi sosial seperti pemberian bantuan. Kemudian diiming-imingi gaji besar apabila memasukkan dana ke dalam rekening,” imbuhnya.

Tak hanya itu, mereka bahkan sudah ada yang diberi pangkat Brigadir Jenderal lantaran sudah lama menjadi anggota. Orang itu juga pernah mengikuti rapat di Bandung, atas biaya sendiri.

Pungky menjelaskan juga, bahwa anggota organisasi tersebut menyatakan ada yang diminta untuk membeli atribut, kemudian memasukkan uang ke rekening. Hal itu dengan dalih, kelak akan menjadi pegawai dan bakal digaji besar.

Setelah diberi masukan dan pembinaan, termasuk memantau perkembangan di media massa, mereka melepaskan diri dari kepesertaan di Sunda Empire. “Menurut mereka merasa tidak ada gunanya dan merasa tertipu,” jelasnya.

Dari hasil penyelidikan polisi, dari 11 warga tersebut ada yang menyerahkan uang juga. Nilai nominalnya Rp 300 ribu untuk membayar baju dan Rp 200 ribu untuk membuat kartu tanda anggota (KTA).

Pungky tak memungkiri selain 11 orang tersebut masih ada anggota Sunda Empire yang lain di wilayahnya. “Sampai saat ini petugas terus melakukan pembinaan kepada masyarakat agar tidak terpancing, hingga berujung pada aksi penipuan,” pungkasnya. (*/bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: