Belasan Siswa SMP di Sleman Pesta Miras Di Dalam Kelas, Bupati Terkejut
- calendar_month Sab, 7 Jan 2023

ilustrasi pesta miras
BNews–SLEMAN– Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo angkat bicara mengenai belasan siswa menengah pertama yang kedapatan sedang pesta miras di SMP Negeri di wilayahnya.
Ia mengaku terkejut sekaligus menyayangkan peristiwa tersebut. Apalagi, dilakukan para siswa di lingkungan sekolah yang seharusnya ketat dengan pengawasan.
“Ini kabar yang mengejutkan dan saya sendiri menyayangkan. Apalagi dilakukan di lingkungan sekolah. Tempat yang seharusnya bebas dari rokok, narkoba dan bahkan miras,” kata Kustini, melalui keterangan tertulis, Jumat (6/1/2023).
Menurut Kustini, kejadian tersebut merupakan tamparan keras bagi dunia pendidikan.
Pihaknya meminta agar segera ada evaluasi dan tindak lanjut atas kejadian tersebut.
“Saya harap ada evaluasi besar. Tidak hanya untuk SMP (sebut nama sekolah) saja, tetapi semua sekolah. Tolong lebih ditingkatkan lagi sistem pengawasan,” kata dia.
Pihaknya menyerahkan kepada pihak sekolah, terkait hukuman yang diberikan kepada siswa.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Kendati demikian, Kustini mengimbau agar bentuk hukuman yang diberikan bersifat mendidik. Tidak sampai menyebabkan siswa putus sekolah.
Atas kejadian ini, pihaknya mengaku segera meminta kepada petugas Satpol-PP untuk meningkatkan patroli terhadap pelajar.
“Saya akan minta Satpol PP untuk patrolinya ditingkatkan. Jika masih ada yang seperti itu (pesta miras) tangkap saja dan kita beri pembinaan. Serta kita panggil orang tuanya agar ada efek jera,” kata dia.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pesta minuman keras (miras) yang terjadi di SMP Negeri di Sleman dilakukan oleh 16 siswa.
Mereka secara bersama-sama mengonsumsi miras di salah satu ruang kelas saat sekolah sedang menyelenggarakan even setelah Penilaian Akhir Semester (PAS).
Belasan pelajar tersebut kepergok dan akhirnya dibina dengan dititipkan seminggu di Pondok Pesantren.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman, Ery Widaryana menceritakan, ide awal minuman keras itu berasal dari salah satu siswa yang mengajak temannya.
Ajakan tersebut sempat ditolak, namun akhirnya menuruti ide tersebut dengan mengumpulkan uang untuk membeli minuman keras.
“Ada satu anak yang disuruh membeli miras. Kemudian miras itu diminum bersama-sama. Disinyalir ada 16 siswa yang ikut minuman keras,” kata Ery, Jumat (6/1/2023).
Pesta miras tersebut terjadi pada 22 Desember 2022 dan digelar di salah satu ruang kelas di SMP Negeri tersebut.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Menurut Ery, 16 siswa yang ikut menenggak minuman keras itu terbagi dalam tiga kategori. Yaitu, mereka yang benar-benar sukarela ingin mengonsumsi miras.
Kemudian, ada yang minum karena dipaksa, dan terakhir ada yang minum karena ingin coba-coba. Saat itu, pihak sekolah mengetahui kejadian tersebut.
Semua siswa yang terlibat pesta miras lalu dilakukan pembinaan dengan membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan serupa. Para siswa juga diminta menghadirkan orangtua ke sekolah.
Di samping itu, sebagai bentuk pembinaan dan untuk memberikan edukasi bahaya miras, para siswa juga dititipkan ke salah satu pondok pesantren Budhi Dharma di Piyungan, Bantul, Yogyakarta.
“Disepakati (dititipkan) selama satu Minggu dengan biaya Rp 300 ribu dari masing-masing orangtua dan itu sudah disepakati oleh orangtua. Diharap dengan mereka dibina di Ponpes kedepannya akan menyadari untuk tidak mengulangi dan ada perbaikan,” jelas Ery.
Sementara itu, Kepala Sekolah dari siswa yang menenggak miras yakni Elly Yuswarini saat dikonfirmasi membenarkan, ada sejumlah anak didiknya yang telah ditertibkan.
Mereka kedapatan hendak mencoba-coba minuman keras dan langsung ditangani pihak sekolah dengan memberinya sanksi yang dianggap mendidik yaitu di kirim ke pondok pesantren.
“Kami monitor terus. Kami pondokkan biar tahu halal dan haram. Jadi kami tidak ingin karakter anak akan terjerumus. Bagi yang lain, ini juga jadi warning. Kami sama sekali tidak ingin itu terjadi. Harus sesegera mungkin kami pangkas itu, karena kalau dibiarkan, akan memberi peluang untuk coba-coba,” kata dia. (*)
About The Author
- Penulis: Joe Joe




Saat ini belum ada komentar