Benua Argoland Ternyata Tak Hilang Tapi Terpecah, Lempengan Ditemukan di Indonesia
- calendar_month Sel, 14 Nov 2023

Foto Hasil rekonstruksi parsial pergerakan Argoland dari 215 juta tahun lalu_ sumber Faculty of Geosciences Utrecht University
BNews-NASIONAL– Pergerakan benua-benua di Bumi menyebabkan berbagai perubahan dalam komposisi permukaan Bumi.
Hal ini terjadi karena terjadinya perpecahan dan penyatuan lempeng-lempeng Bumi. Salah satu benua yang hilang dalam pergerakan tersebut adalah benua Argoland.
Namun, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Utrecht University pada Oktober 2023 menemukan beberapa lempeng daratan misterius di bawah pulau-pulau timur Asia Tenggara.
Lempeng-lempeng ini diduga merupakan pecahan dari benua Argoland yang telah terpisah sejak 115 juta tahun yang lalu.
Proses penelitian ini memakan waktu yang cukup lama, yakni tujuh tahun, karena para peneliti harus menyusun kumpulan informasi yang cukup kompleks. Namun, hasil penelitian ini memberikan pengetahuan baru tentang penyebab persebaran flora dan fauna di masa kini.
Sebelumnya, para peneliti sempat kebingungan mengenai keberadaan benua Argoland. Hal ini dikarenakan benua ini tidak memiliki bentuk seperti India yang masih berbentuk utuh setelah terpisah dari Gondwana sejak 120 juta tahun yang lalu.
Benua Argoland sendiri terpisah dari Australia sejak 115 juta tahun yang lalu dan telah terpotong menjadi beberapa bagian. Potongan-potongan “benua pita” tersebut ditemukan di sekitar Asia Tenggara.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Dalam penelitian ini, para peneliti menyadari bahwa Argoland tidak benar-benar menghilang, ; melainkan terpisah dalam bentuk benua mikro yang dipisahkan oleh dasar laut.
Pecahan-pecahan tersebut membentuk sekumpulan daratan yang terletak di bawah pulau-pulau di sebelah timur Indonesia.
Karena itulah, para peneliti memilih untuk menciptakan istilah baru yaitu “Argopelago” untuk mendefinisikan Argoland. Penemuan ini juga membantu para peneliti dalam memahami garis fauna yang memisahkan jenis fauna asiatis dan australis.
Garis Wallace, yang melintasi Indonesia bagian tengah, menjadi pemisah jenis-jenis mamalia, burung, dan spesies manusia purba di kepulauan Asia Tenggara. Kondisi ini mungkin terjadi karena Argoland membawa satwa liar dari Australia dan menyebar ke wilayah Asia Tenggara.
Penemuan ini memiliki pentingnya dalam memahami proses evolusi keanekaragaman hayati, iklim, dan juga dalam pencarian bahan mentah yang ada di wilayah tersebut. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan baru bagi dunia ilmu pengetahuan geologi dan ilmu pengetahuan alam. (*/detik
About The Author
- Penulis: Joe Joe





Saat ini belum ada komentar