Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Merapi Ancam Banjir Lahar! Sabo Dam Muntilan Segera Dibangun, Proyek Rp14,5 Miliar Dimulai

Merapi Ancam Banjir Lahar! Sabo Dam Muntilan Segera Dibangun, Proyek Rp14,5 Miliar Dimulai

  • calendar_month 7 menit yang lalu

BNews–MAGELANG– Ancaman banjir lahar dingin akibat aktivitas Gunung Merapi kembali menjadi perhatian serius pemerintah. Untuk memperkuat sistem mitigasi bencana, Pemerintah Kabupaten Magelang bersama pemerintah pusat mulai merealisasikan pembangunan sabo dam di Kali Blongkeng, Kelurahan Muntilan.

Langkah awal pembangunan tersebut ditandai dengan kegiatan Sosialisasi Pra Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Sabo Dam dan Prasarana Pengendali Banjir Lahar Dingin yang digelar di Kantor Kelurahan Muntilan, Kecamatan Muntilan, Jumat (19/6/2026).

Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menegaskan bahwa pembangunan sabo dam menjadi kebutuhan mendesak mengingat tingginya potensi bencana lahar dingin di wilayah lereng Merapi.

“Aliran lahar dingin yang membawa material vulkanik dapat merusak infrastruktur, mengancam keselamatan masyarakat, serta mengganggu aktivitas sosial dan perekonomian,” ujar Grengseng.

Sabo Dam Jadi Strategi Penguatan Mitigasi Bencana

Menurutnya, pembangunan sabo dam di Kali Blongkeng bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi bagian dari strategi besar dalam memperkuat; ketangguhan daerah terhadap bencana alam.

Infrastruktur tersebut memiliki fungsi penting untuk menahan material vulkanik serta mengendalikan aliran sedimen agar tidak langsung mengalir ke wilayah hilir yang padat permukiman.

Meski demikian, Grengseng menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada kualitas konstruksi, tetapi juga sinergi; antara pemerintah, pelaksana proyek, dan masyarakat.

“Kami berharap masyarakat dapat mendukung dengan menjaga komunikasi, ketertiban, serta kondusivitas lingkungan selama proses pembangunan berlangsung,” kata Grengseng.

Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat lokal, baik melalui partisipasi sosial maupun peluang pemberdayaan tenaga kerja sesuai kebutuhan proyek.

DPR RI Dukung Penuh Pembangunan Sabo Dam

Dukungan terhadap pembangunan sabo dam juga datang dari Anggota DPR RI Dapil Jawa Tengah, Sofwan Dedy Ardyanto. Ia menegaskan bahwa DPR RI memiliki peran penting dalam memastikan pembangunan infrastruktur pengendali bencana berjalan optimal.

Menurutnya, melalui fungsi anggaran dan pengawasan, DPR RI berupaya memastikan program ini tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk terus mendorong dan memfasilitasi kebutuhan pembangunan di daerah, khususnya yang berkaitan dengan mitigasi bencana; agar dapat memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat,” ungkapnya.

Merapi Masih Status Siaga, Risiko Lahar Dingin Tinggi

Sementara itu, Plt. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, Binsar Parlinggoman Simanungkalit, menjelaskan bahwa pembangunan ini; merupakan bagian dari upaya pengendalian banjir lahar dingin di kawasan Merapi secara menyeluruh.

Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini Gunung Merapi masih berstatus siaga sejak 5 November 2020, dengan potensi luncuran material vulkanik; mencapai radius 5 hingga 7 kilometer dari puncak.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Kondisi ini diperparah saat hujan turun, dimana material endapan akan terbawa ke hilir dan berpotensi menimbulkan banjir lahar dingin di 15 sungai yang berhulu di Merapi,” kata Binsar.

Proyek Rp14,5 Miliar Ditarget Rampung Akhir 2026

Pembangunan sabo dam Kali Blongkeng mengacu pada Review Master Plan Sabo Dam Gunung Merapi tahun 2017; serta Detail Engineering Design (DED) tahun 2021. Proyek ini dibiayai melalui APBN dengan nilai kontrak sebesar Rp14,5 miliar dan dikerjakan oleh PT Asti Wijaya PB.

“Pelaksanaan proyek dimulai pada 5 Juni 2026 dan ditargetkan rampung pada 31 Desember 2026,” lanjut Binsar.

Ia berharap keberadaan sabo dam ini dapat menjadi benteng utama dalam mengurangi risiko bencana lahar dingin sekaligus menjaga keberlangsungan; kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah Muntilan dan sekitarnya. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less